Previous Page of 2Next Page

seks

spinner.gif

Put your story text here...Cerita Dewasa - Seks dalam toilet kereta api

November 7, 2009 ยท Posted in cerita pesta seks

Cerita Dewasa - Pacaraku ternyata tidak tahan godaan,sms yang merangsang telah membangkitkan nafsunya.Sudah lama memang dia jarang ku belai,karena jarak yang menyebkan kami tidak bisa setiap saat bertemu.Bagiku itu semua bukan penghalang untuk putus komunikasi dengannya,toh semingu atau satu bulan sekali aku bisa menemuinya lagi.Makanya aku pun harus memberi pengertian dengan dia agar dia menahan setiap rindunya yang menderu terhujam oleh waktu jika kita tidak bertemu.Ku yakinkan dia setiap waktu,aku adalah cowok yang paling setia,hatiku tidak mungkin terbagi dengan sapa saja.Semuanya utuh untuk dirinya"itu rayuan gombal ku".Biar dia tidak selalu resah,dalam kerinduan yang terpendam.Urusan kantor telah selesai dan hari itu juga aku harus kembali ke Jakarta karena ada janji dengan pacarku malam ini. Rasanya capek sekali terutama pikiranku. Aku segera ke Stasiun Bandung untuk memburu Kereta Api Argogede yang ke Jakarta.

Kubayangkan pacar manisku yang menunggu di stasiun.

"Permisi Mas..", kudengar suara lembut.

Dengan cuek kakiku kutekuk dan gadis itu melewatiku untuk duduk di sebelahku. Mataku tetap terpejam. Kucium wangi parfumnya. Ah, mahal juga, batinku. Kereta mulai berjalan. Aku selonjor kembali dan tanganku kuletakkan di perutku. Rasa kantuk mulai menyerangku. Sekitar setengah jam perjalanan, kantukku makin menjadi. Tanpa sadar tanganku jatuh ke samping. Sempat menyentuh kaki gadis sebelahku tapi segera kutarik kembali. Dua kali tanganku terjatuh.

"Maaf..", kataku tetap merem dan badanku kutegakkan.

Aku kembali terkantuk-kantuk.. Kurasakan tanganku terjatuh kembali. Kali ini kesamping, kecelah antara aku dan dia duduk. Aku sudah tak mampu lagi menangkatnya. Sudah terlalu ngantuk. Atau barangkali sudah setengah tidur tapi sedikit aku masih merasakannya.

Agak lama tanganku di sampingku. Dan kurasakan tangan halus menyentuh tanganku..Aku diam saja. Aku merasa tanganku diremas. Cukup lama tanganku diremas dan tanganku lemas saja. Kedasaranku mulai pulih. Tapi aku pura-pura tetap memejamkan mata. Tanganku sengaja kulemaskan agar dikira aku benar-benar tidur. Perlahan tanganku di bawa ke pahanya. Ah kayaknya dia memakai rok mini. Halus sekali pahanya. Hangat. Tanganku digeser-geserkan ke pahanya. Aku tetap memejamkan mata. Aku nggak tahu sekitarku. Mungkin dia lihat-lihat dulu, kalau nggak ada yang lewat tanganku digeser-geser.

Aku juga merasa tangannya mengambil tiket di sakuku ketika kondektur lewat di bangku kami. Tiba-tiba dia meletakkan tanganku kembali ke samping. Mungkin dia sudah tahu kepura-puraanku. Aku berlagak seperti bangun tidur. Dan pura-pura tak tahu apa-apa. Aku mulai membuka mataku. Kutengok gadis sebelahku. Dia menghadap jendela. AH cantik sekali. Tinggi cantik mulus. Rambutnya dicat agak pirang seperti gadis sekarang. Benar, Dia memakai mini. Pahanya muluuss sekali.

Kupandangi dia sambil pura-pura melihat pemandangan ke luar jendela. Tanpa menengok, gadis itu meletakkan tangannya ke samping. Hmm.. Aku tanggap. Perlahan kugeser tanganku dan keletakkan di atas tangannya. Dia menyambutnya. Tanganku digenggam erat. Tapi kita tetap pura-pura tak tahu sambil melihat ke luar jendela.

"Ke Jakarta?", tanyaku memecah kekakuan.

"Ya", jawabnya sambil menoleh padaku.

Wowww..cuantik sekali. Pasti blasteran. Bibirnya tipis menantang. Tangan kita tetap saling meremas.

" Sorry, aku tadi ngambil tiketmu di sakumu", katanya.

"Oh ya? kondekturnya sudah lewat?", tanyaku pura-pura nggak tahu apa yang terjadi.

"Santi", ujarnya sambil mempererat genggamannya. Dia pakai tangan kanan dan aku pakai tangan kiri. Tangan kita tersembunyi di celah antara kita duduk.

Previous Page of 2Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended