Midnight Call

spinner.gif
"Hallo?"
"Gaby Fiona." suara di seberang, entah kenapa, seketika membuat gadis berambut pirang bergelombang itu susah sekali menelan ludah. Ini sudah lewat tengah malam, dan bukan pertama kalinya dia mendapat telepon semacam itu. Ini sudah yang ketiga kalinya dalam satu pekan terakhir. Suara yang sama. Jam yang sama. Dan topik yang sama.
"Apa maumu sebenarnya?" suara gadis itu gemetar. Piyama birunya sedikit bergerak-gerak karena jendela di sebelah meja telepon masih terbuka. Rupanya dia lupa menutupnya tadi sore.
Suara di seberang tertawa. "Kau sudah tahu apa mauku, Nona."
"Brengsek!"
"Oh, tak kusangka gadis pendiam dan bodoh sepertimu bisa mengeluarkan kata-kata sekasar itu." suara berat itu tertawa mengejek. "Ayo, Nona. Katakan sekali lagi, dan semua ucapanku akan menjadi nyata."
"Tidak!" gadis itu geram. Tangannya mencengkeram erat telepon, sementara giginya gemeretak menahan marah. "Kumohon jangan..."
"Oh, kau menangis, Nona? Tak kusangka, gadis yang baru saja berkata kasar, sekarang melankolis begitu. Rupanya kau sangat menc..."
"Cukup! Kuharap ini terakhir kali kau meneleponku. Dan ingat, kalau sampai tejadi apa-apa dengan Gerda, aku yang akan menghabisi nyawamu!"
Suara berat itu tertawa lagi. "Kau hanya tak tahu apa-apa soal pacarmu itu, Nona. Dia..."
Klik.
Gadis itu menutup telepon dan membanting jendela yang tadi masih terbuka, kemudian beranjak tidur sambil berurai airmata.

Comments & Reviews (10)

Login or Facebook Sign in with Twitter


Vote library_icon_grey.png Add

Recommended

The Devil's Night (Devil 2)The InsaneDaddy DeadestThe House Of Anubis