Halaman sebelumnya of 19Halaman selanjutnya

Pangeran Caspian (Prince Caspian)/RISMAN

spinner.gif

Upload by risman

PANGERAN CASPIAN 

eBook oleh Nurul Huda Kariem  

Sanksi Pelanggaran Pasal 44: 

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan 

atas Undang-undang Nomor 6 Tahun 1982 Tentang Hak 

Cipta 

1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan 

atau memperbanyak suatu ciptaan atau memberi 

izin untuk itu, dipidana dengan pidana penjara paling 

lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak 

Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah). 

2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, 

mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan 

atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta sebagaimana 

dimaksud dalam ayat (1), dipidana dengan pidana 

penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda 

paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). 

PANGERAN CASPIAN 

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama 

Jakarta, 2005 

CS. Lewis 

Ilustrasi oleh Pauline Baynes 

Untuk Mary Clare Havard

 

DAFTAR ISI 

Pulau 

Rumah Harta Karun Tua 

Si Dwarf 

Si Dwarf Bercerita tentang 

Pangeran Caspian 

Petualangan Caspian di Gunung 

Mereka yang Tinggal 

dalam Persembunyian 

Narnia Lama dalam Bahaya 

Bagaimana Mereka 

Meninggalkan Pulau 

Apa yang Dilihat Lucy 

Kembalinya sang Singa 

Sang Singa Mengaum 

Sihir Jahat dan 

Pembalasan Dendam Tiba-Tiba 

Raja Agung Memegang Kendali 

Betapa Sibuknya Mereka Semua 

Aslan Membuat Pintu di Udara 

SUATU hari hidup empat anak bernama 

Peter, Susan, Edmund, dan Lucy. Telah 

dikisahkan dalam buku lain berjudul Sang Singa, 

sang Penyibir, dan Lemari bagaimana mereka 

menjalani petualangan yang sangat menarik. 

Mereka membuka pintu lemari ajaib dan mendapati 

diri mereka dalam dunia yang cukup 

berbeda dari dunia kita, dan dalam dunia lain 

itu mereka menjadi Raja dan Ratu di negeri 

bernama Narnia. Saat berada di Narnia, sepertinya 

mereka bertakhta bertahun-tahun, tapi ketika 

kembali melalui pintu itu dan menemukan 

diri mereka berada di Inggris lagi, sepertinya 

tidak ada yang berubah sama sekali. Tidak ada 

yang menyadari mereka telah pergi, dan mereka 

tidak pernah bercerita pada siapa pun kecuali 

seorang tua yang sangat bijaksana. 

11 

BAB 1 

Pulau 

eBook oleh Nurul Huda Kariem MR. 

MR. Collection's 

Itu semua terjadi satu tahun yang lalu, dan 

sekarang keempat anak itu sedang duduk di 

sebuah bangku di stasiun kereta api dengan 

koper-koper dan kotak mainan tertumpuk di 

sekeliling mereka. Mereka sedang dalam perjalanan 

kembali ke sekolah. Mereka berangkat 

bersama sampai stasiun ini, yang merupakan 

persimpangan. Di sini, beberapa menit lagi, satu 

kereta akan tiba dan membawa anak-anak 

perempuan ke satu sekolah, lalu dalam waktu 

kira-kira setengah jam, kereta lain akan tiba 

dan anak-anak laki-laki akan berangkat ke 

sekolah lain. Bagian pertama perjalanan, saat 

mereka bersama, selalu terasa masih bagian dari 

liburan, tapi sekarang ketika akan saling mengucapkan 

selamat tinggal dan pergi ke arah yang 

berbeda, keempat anak itu merasa liburan benarbenar 

telah usai dan masa sekolah telah dimulai. 

Mereka semua agak murung dan tidak ada yang 

bisa mengatakan apa pun. Lucy akan pergi ke 

sekolah berasrama untuk pertama kalinya. 

Stasiun itu stasiun desa yang sunyi dan sepi, 

nyaris tidak ada siapa pun di peron kecuali 

mereka. Tiba-tiba Lucy menjerit kecil seperti 

baru disengat lebah. 

"Ada apa, Lu?" kata Edmund-kemudian 

tiba-tiba ia terloncat dan menjerit, "Auw!" 

12 

"Ada apa-" kata Peter memulai, kemudian 

dia juga tiba-tiba mengubah kata-kata yang 

akan diucapkannya. Dia malah berkata, "Susan, 

lepaskan! Apa yang kaulakukan? Kau menyeretku 

ke mana?" 

"Aku tidak menyentuhmu," kata Susan. 

"Malah ada yang menarikku. Oh-oh-oh- 

hentikan!" 

Masing-masing memerhatikan bahwa wajah 

yang lain telah memucat. 

"Aku juga merasakan yang sama," kata 

Edmund terengah-engah. "Seolah aku diseret. 

Tenaga tarikannya menakutkan sekali-uh! Mulai 

lagi." 

"Aku juga," kata Lucy. "Oh, aku tidak 

tahan." 

"Hati-hati!" teriak Edmund. "Semua berpegangan 

tangan dan jangan lepaskan. Ini sihir- 

aku tahu dari rasanya. Cepat!" 

"Ya," kata Susan. "Berpegangan. Oh, kuharap 

ini berhenti-oh!" 

Saat berikutnya koper-koper, bangku, peron, 

dan stasiun menghilang. Keempat anak, berpegangan 

dan terengah-engah, menemukan diri 

mereka berdiri di tengah hutan lebat-hutan 

itu begitu rapat sehingga cabang-cabang menusuk 

mereka dan nyaris tidak ada tempat 

13 

untuk bergerak. Mereka semua mengusap mata 

dan menarik napas panjang. 

"Oh, Peter!" teriak Lucy. "Apakah mungkin 

kita sudah kembali ke Narnia?"

Halaman sebelumnya of 19Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan