Previous Page of 437Next Page

KisahSiBangauPutih ( bu kek siansu 14 )

spinner.gif

Bu Kek Sian Su (14)

Kisah Si Bangau Putih

Bagimereka yang bukan pedagangkelilingdanyangtidakpernahmelakukanperjalanan melintasi TembokBesar, tentu mengira bahwa kekuasaanKerajaan Ceng yang dipegang oleh bang-sa Mancu tentu berhenti sampai di Tem-bokBesaritu.Padahal,sesungguhnya tidaklah demikian. Bangsa Mancu sendirimerupakan bangsa yang tinggal jauh di utarayangamatdingin, daerah yangkeras dan kejam, dan di luar TembokBesar masih terdapat daerah yang amatluas.Masih ada Propinsi Liaoning danJilinyangberbatasandenganKorea,daerah Mancuria sendiri yang luas, ke-mudian terdapat daerah Mongolia Dalamatau Mongol, dan daerah Mongolia yanglebih luas. Akan tetapi, setelah melewatiTembok Besar memang daerah yang liardan kejam, dengan tak terhitung banyak-nyabukitdiantarapadangpasir yang luasdanmerupakanlautanpasir yangganas.

Padang pasirsepertiinimemangga-nasdankadang-kadangkejam sekali.Daritulang-tulang kuda, onta, bahkanmanusiayangterdapatberserakandisana-sini dapatdiketahuibahwa lautanpasiritusudahbanyak menelankorban.Mayat manusiadanbangkaibinatangyangtewasdalam perjalananmelintasilautanpasir, dibiarkansajaberserakan,membusukdimakanterikpanasmatahari,ataudigerogotianjing-anjing serigala danbinatang buas lainnya, dibiarkan tinggaltulang-tulangnyasajayang lama-lamamengering. Lautan pasir yang kelihatantak bertepi itu, memang kejam, juga me- ngandung kesunyian yang mendatangkansuasana yang menyeramkan dan penuhkeajaiban. Bayangkan saja betapa nme-ngerikan tersesat di lautan pasir seperti itu,dimana tidak dapat ditemukan se tetes pun air, sebatang rumput pasirdan pasir di mana-mana, panas dan silau,tidak diketahui lagi mana utara mana selatan. Belum lagi kalau datang badaiyang membuat pasir bergulung-gulung danberombak seperti air di lautan, menelanapa saja yang menghalang di depan. Para pedagang, yangmelakukanperjalanankemudian tersesat, kehabisan air minum,kelelahandan terjebakdalamlautanpasir tanpa mengetahui ke arah manamereka harus menuju, saking takut danngerinya, banyak di antara mereka yangdapat melihat pemandangan-pemandangankhayal yang aneh-aneh. Ada yang me-lihat air terjun dengan air yang melim-pah-limpah dan segar sejuk, akan tetapiketika mer ekamenghampiri, yang adahanya pasir belaka! Ada yang melihatanak sungai dengan airnya yang segar,atau melihat kebun dengan pohon-pohonmenghijaudan buah-buah yang sudah masak, dan sebagainya. Namun, semuaituhanyalahbayangan khayal belaka,yang timbul karena besarnya keinginanhatimerekamengharapkan air, pohondan sebagainya yang amat mereka butuh-kan itu.

Di tengah-tengah satu di antara pa-dang-padangpasiryangamatluasitu, terdapat sebuahgedungistanakuno,lengkapdengan perkebunanyangcukupluas,denganpohon-pohonbuahyangsu-bur,dansayur-sayuran,bahkantumbuhpulagandumdiladang.Terdapatpulasumber air tak jauh dari istana kuno itu.Sungguh merupakan suatu keadaan yangajaib, dan andaikata ada orang tersesatsampai ke daerah itu lalu melihat bangunan istana berikut perkebunannyayang subur itu, tentu dia akan mengirabahwa diapunhanyamelihatpemandangan khayal belaka.

Akantetapitidaklahdemikianse-sungguhnya. Bangunan itu memang sebuahbangunan istana yang besar, pernah dijamandahulubangunaninimerupakanistana peristirahatan dari seorang raja-diraja, seorang kaisar besar yang bukanlainadalahKaisarJenghis KhandariKerajaanMongol!Akantetapi, puluhantahun yang lalu, istana itu dihuni olehseorang sakti yang aneh, yang di duniapersilatan tingkat tinggi dikenal sebagaitokoh dongeng yang bernama Dewa Bong-kok. Nama Dewa Bongkok yang menjadipenghuniIstanaGurunPasirinitidakkalah terkenalnya dan dianggap sebagaisetengahdongengsaja,sepertihalnyaPendekar Super Sakti penghuni Pulau Es!Setelah Dewa Bongkok meninggal dunia,kini yang menjadi penghuni istana GurunPasir itu adalah muridnya yang bernamaKao Kok Cu, yang di dunia persilatan dikenalsebagaiPendekarNagaSaktiGurun Pasir!

Nama besar Pendekar Naga Sakti inipernah menggemparkan dunia persilatan, dan dia tidak kalah terkenalnya dibanding-kan mendiang gurunya. Kini Kao Kok Cutelahmenjadi seorang kakekyang tuarenta, tinggal di dalam istana kuno ituberduasajadenganisterinya.Isterinyabukan wanitasembarangan,melainkenseorang pendekar wanita yang juga per-nahmenggemparkanduniapersilatan.Namanya Wan Ceng, ketika kecil pernah tinggal di Kerajaan Bhutan, jauh di baratbahkanmenjadisaudaraangkat PuteriSyantiDewidariBhutan sehinggaiamemperoleh nama julukan Candra Dewi.Wan Cengjugamemiliki kesaktiandankini ia dalamusiatujuhpuluhduatahuntinggalbersamasuaminyadi IstanaGu-runPasir.Merekaberduahidupdisitu tanpapelayanhanya berduasaja,me-ngerjakanladangdankebunsendiri yanghasilnyajauhlebihdaripadacukupuntukkebutuhan merekasehari-hari.Sebagian besardariwaktuluangmerekadiper-gunakanuntukbersamadhi dan bertapa.

Previous Page of 437Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended