Halaman sebelumnya of 12Halaman selanjutnya

salafy haraky vs salafy yamani vs salafy sururi

spinner.gif

Semoga Allah memecah belah musuh-musuh islam!

Sekte sesat wahaby yang sering menamakan diri dgn istilah "Salafy", mereka menyesatkan smua ulama dan muslimin yang diluar sekte sesat ini. Bahkan diantara mereka sendiri saling sesat menyesatkan ..... inilah buktinya :

Assalamu'alaikum,

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang 

tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu 

mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Ash-Shaff 2-3)

"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, 

yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi 

beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada 

pada golongan mereka." (Ar-Ruum : 31-32)

---------------------------------------------------------------------------

KAJIAN ILMIAH TENTANG HAROKAH SALAFY

oleh: [EMAIL PROTECTED]

Salafi meyakini bahwa hanya ada satu golongan yang selamat dan masuk 

syurga, yakni salafi, dari sekian banyak golongan yang ada saat ini (73 

golongan). Salafi menggunakan landasan hadits Nabi saw,

"Umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya 

masuk neraka kecuali satu golongan." Ditanyakan kepada beliau: 

"Siapakah mereka, wahai Rasul Allah?" Beliau menjawab: "Orang-orang 

yang mengikutiku dan para sahabatku." [HR Abu Dawud, At-Tirmizi, Ibnu 

Majah, Ahmad, Ad-Darami dan Al-Hakim].

Kemudian diperkuat lagi dengan kaidah yang mereka gunakan bahwa 

"Kebenaran hanya satu sedangkan kesesatan jumlahnya banyak sekali", 

kebenaran yang satu ada pada salafi! Keyakinan ini berdasarkan hadits 

Nabi Saw,

Rasulullah saw bersabda: "Inilah jalan Allah yang lurus" Lalu beliau 

membuat beberapa garis kesebelah kanan dan kiri, kemudian beliau 

bersabda: "Inilah jalan-jalan (yang begitu banyak) yang bercerai-berai, 

atas setiap jalan itu terdapat syaithan yang mengajak kearahnya". 

Kemudian beliau membaca ayat,

Dan (katakanlah): "Sesungguhnya inilah jalanku yang lurus maka ikutilah 

dia. Dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena 

jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang 

demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." (Qs. 

al-An'aam [6]: 153) [HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim] ( lihat 1, hal 

47-48).

Sehingga salafi meyakini bahwa semua golongan sesat, bid'ah, tidak 

selamat dan tidak masuk syurga. Dengan keyakinan ini maka salafi merasa 

dirinya paling benar (karakter 1), sedangkan ulama/golongan lain selalu 

salah, sesat dan bid'ah. Sehingga golongan sesat dan bid'ah ini layak 

untuk dicela (karakter 2), harus diungkapkan semua keburukannya dan 

jangan diungkapkan secuil-pun kebaikannya, karena khawatir nanti 

diikuti oleh umat Islam (lihat 4, hal 28-29). Sehingga bertaburanlah 

dalam pengajian, daurah, seminar, buku-buku dan website-website salafi 

pernyataan bahwa hanya salafi-lah yang paling sesuai dengan as-sunnah 

dan celaan sesat dan bid'ah kepada ulama/golongan selain salafi.

Berpecah Belah Sesamanya

Tetapi ada satu hal yang aneh dan sangat bertolak belakang dengan 

keyakinan diatas, pada saat kita mencoba lebih jauh mengenal salafi 

maka akan dijumpai fakta bahwa secara internal salafi berpecah belah 

sesamanya. Salafi yang satu meyakini bahwa dirinya paling benar dan 

yang lain sesat, sehingga mereka mencela salafi yang lain dan ditahdzir 

(diperingatkan) agar segera bertaubat. Sedangkan salafi yang dicela 

juga mengatakan hal yang sama, bahwa merekalah yang paling benar dan 

yang lain sesat. Hal ini terjadi, kemungkinan besar karena karakter 

salafi yang merasa dirinya paling benar (karakter 1), sehingga sesama 

mereka sendiri saling berselisih, mau menang sendiri dan mencela satu 

sama lain (karakter 2).

Abdurahman Wonosari:

Berkaitan dengan fitnah tahazzub, yang dinukilkan oleh Syaikh Muqbil 

bin Hadi, dengannya memecah-belah barisan salafiyyin dimana-mana, 

termasuk di Indonesia. Kemudian fitnah yang ditimbulkan oleh Yayasan 

Ihya' ut Turots yang dipimpin oleh Abdurahman Abdul Kholiq serta 

Abdullah as Sabt. Abdurahman Abdul Khaliq telah dinasihati secara keras 

dan sebagian Ulama' menyebutnya sebagai mubtadi'. Adapun Jum'iyyah 

Ihya' ut Turots dan Abdurahman Abdul Khaliq telah berhasil menyusupkan 

perpecahan sehingga mencerai-beraikan Salafiyyin di Indonesia. Apakah 

Jum'iyah Ihya' ut Turots (disingkat JI) ini memecah-belah dengan 

pemikiran, kepandaian,gaya bicara mereka saja? (lihat 6).

Abu Ubaidah Syafrudin:

Bahkan sampai ta'ashub dengan kelompoknya, golongannya, sehingga

Halaman sebelumnya of 12Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan