Behind our love (you and me) Part 1
Author : KhunAdheJun/ @AdheKJ
Cast : Lee Minho, Lee Soo Ah (Ocs), Han Sang Hwa (Ocs)
Genre : romance *ga ngerti dah*
Rating : PG-13
Annyeong ^^
Author amatiran plus abal ini datang lagi~ membawa 1 ff amatiran plus abal pula. kkk~
ga ada yang ini aku katakan lagi. Selamat membaca ff abal ini ^^
Author POV
Sekarang yeoja itu sedang duduk disebuah ruangan yang terdekor dengan sempurna. Buku-buku tertata rapih, meja kantor di sudut yang bersih. Dan sebuah sofa merah didepannya. Cat ruangan yang berwarna lembut.
Eommanya yang menyuruhnya datang ketempat ini tepatnya kerumah yang memiliki ruangan seperti ini.Yeoja itu terdiam, sambil merasakan hawa di ruangan itu dia menerawang ke beberapa hari yang lalu.
“Eomma tidak mau tahu, sekarang kau harus menyerahkan semua kartu kredit, ATM dan uang tunai yang ada di dompetmu!” pernyataan itu tergiang jelas di telinga yeoja itu.
“Ada apa ini? Akukan hanya berbelanja, padahal eomma juga tau itu hobbyku.” Ia menarik nafas dengan berat. “Apakah tagihan bulan ini lagi-lagi membengkak? Eomma keterlaluan!” ia mendengus kesal, untung saja diruangan itu kosong.
Tuk! Tuk! Tuk! Langkah kaki seseorang dengan higheels. Tentu saja itu seorang yeoja. Kreeek~ pintu ruangannya terbuka. Yeoja paruh baya yang masih sangat cantik itu jalan mengahampiri Su ah –nama yeoja itu- dan duduk di sofa hadapannya.
Soo Ah’s POV
Eomma kejam! Hanya karena belakangan ini hobbyku menjadi menggila, semua kartu kredit, ATM bahkan uang tunai pun ditarik! Aigoo~~! Membuatku muak! Sekarang eomma menyuruhku, untuk bekerja. Anni, maksudku menghukumku untuk bekerja. Tidak masuk akal! Sekarang aku akan bekerja apa dirumah ini? Kenapa harus bekerja dirumah seperti ini? Kenapa tidak diperusahaan appa saja?
Tuk! Tuk! Tuk!
Ada seorang yeoja yang datang. Pemilik rumah ini? Atau seorang pelayan yang akan menyuruhku pulang? Yeah~ dari 2 pertanyaanku tadi, yang pertama yang benar. Yeoja paruh baya ini pemilik rumah ‘bak’ castle ini.
Aku rasa ia seumuran dengan eommaku, tapi sepertinya ia selalu melakukan perawatan wajah. Memang eomma juga sering, tapi berbeda dengan yeoja paruh baya ini wajahnya lebih mulus daripada eomma! Aigoo~
“Ah~ apakah kau sudah menunggu lama?” sekarang yeoja paruh baya itu sudah duduk di kursi hadapanku. Suaranya tegas, tapi aku merasa nyaman. Ternyata kalau diperhatikan lebih dekat yeoja paruh baya ini sangat cantik dan anggun.
“Anniyo, nyonya~ aku juga baru saja datang.” Jawabku sesopan mungkin, kalau aku sampai salah bicara eottokkhae? “Jadi apa yang bisa kau lakukan?” tanyanya dengan senyum sinis.
Igo mwoya! Kenapa pertanyaannya seperti ini? Eommaaaaaaaaa! Apa yang ingin kau lakukan kepadaku? Batinku, dan tetap tersenyum pada yeoja itu.
“Ah ne? Apa yang bisa aku lakukan? Aku masih kuliah nyonya, baru semester 2. Aku belum terlalu mengerti pekerjaan perusahaan.” Aku tidak bisa menjawabnya, bayangkan saja akukan baru saja masuk universitas, sebelumnya juga aku tidak pernah bekerja paruh waktu seperti teman-temanku. “Kau tidak bisa melakukan apapun? Yaampun yeoja macam apa kau ini? Hahaha”
Aigooo! Nyonya ini mengejekku! Tertawa pula, “Aku bisa membersihkan rumahmu ini! Aku bisa memasak! Bisa menyuci baju, dan menyeterika!” jawabku asal dengan nada sedikit meninggi. Tapi itu merupakan jawaban yang jujur.
Meski aku sering mengahamburkan uang appa dan eomma, tapi aku tetap sering membantu atau bahkan hanya menggangu ahjumma di dapur. Appa dan eomma sudah mengakui kalau makanan buatanku enak!
“Jadi itu yang bisa kau lakukan? Baiklah mulai besok kau bisa bekerja disini. Nona..”, “Lee Soo Ah.” Jawabku reflek. “Ne.. Lee Soo Ah agashi.. aku ulangi, kau bisa bekerja disini mulai besok. Jangan lupa bawa barang-barangmu. Arraseoyo?” aku ternganga mendengar penjelasan nyonya ini, jadi eomma menyuruhku untuk datang kerumah ini melamar sebagai pembantu?
Aish, jinjjayo!“Arraseyo nyonya.” “Kau bisa memanggilku nyonya Lee.” “Ne~ nyonya Lee.“ Aku mengucapkannya semua kalimat itu sambil menahan amarah. Dan ini bagaikan lelucon! Marga kami sama! Arrrrgh, apa-apaan ini?
-----=----=-----
Kalau aku bekerja menjadi pembantu apa kata teman-temanku? Lalu bagaiman dengan kuliahku? Aku masih junior. Aku tidak mau di drop out! Walaupun appa bisa saja menolongku, tapi aku masuk ke universitas itu dengan jerih payahku sendiri.
Tambahkan ke perpustakaan pribadi Anda
PerpustakaankuTambah cerita ini ke daftar bacaan umum Anda