Previous Page of 12Next Page

gang ini punya mama

spinner.gif

"Mah... celana mama mengganggu nih. Aku buka saja ya mah?", tanyaku minta izin

sambil memandang ke arah nya.

Mama enggak segera menjawab, tapi kuperhatikan mama mengangguk sedikit.

Tanpa berlama-lama walaupun aku masih ragu, segera kutarik turun cdnya dan

ketika bagian bawah pantat mama sulit kutarik, mama malah membantunya dengan

mengangkat badannya sedikit sehingga cdnya dengan mudah kupelas dari kedua

kakinya. Lalu sekalian saja kulepas beberapa kancing baju tidur nya yang tersisa

dengan salah satu tanganku dan dengan cepat, kupelas juga kaos dan celana yang

melekat di tubuhku.

Dan cerita dewasa pun berlanjut dibawah ini, setelah lanjut baca

"Mah, kemana saja sih kok sudah sebulan ini baru datang?", tanyaku sengit ketika

Mama ku datang mengunjungiku di Bandung.

"Mama sudah dapat pacar baru ya? sampe enggak sempet datang? Pokoknya aku

enggak mau kalo Mama dapat Papa baru".

Mama ku terlihat kaget ketika aku marah, padahal beliau baru saja datang dari

Jakarta hari jumat sore itu. Tetapi ketika kepalaku di elus-elusnya dan mama

mengatakan minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus

juga mengatakan kalau mama tetap sayang denganku, perasaan marahku pun jadi

luluh.

"Masak sih Mas (namaku sebenarnya Pur tetapi mama selalu memangggilku Mas

sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama? Mama terlalu sayang

padamu, jadi kamu jangan curiga kalau mama pacaran lagi", katanya terisak sambil

menciumi pipiku dan akhirnya kami berpelukan.

Setelah makan malam, lalu kami berdua ngobrol di ruang tamu sambil melihat

acara TV.

"Mas, rambutmu itu sudah mulai banyak lagi yang putih... sini mama cabutin", kata

mama yang biasanya selalu mencabuti ubanku bila datang ke Bandung. Segera saja

aku bergegas ke kamar untuk mengambil cabutan rambut lalu duduk menghadap

kearah TV di lantai sambil sandaran di sofa yang diduduki mama.

Terus terang, aku paling senang kalau mama sudah mulai mencabuti ubanku,

soalnya bisa sampai ngantuk.

"Banyak betul sih Mas ubanmu ini?", komentar mama sambil mulai mencabuti

ubanku.

"Habis sih... Mama sudah lama enggak kesini... cuman ngurusin kerjaan melulu."

"Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis."

Kami lalu diam tanpa berkata kata.

"Mas""ngomong2 kamu sudah punya pacar apa belum?", tanya mama tiba2, sambil

masih tetap mencabuti ubanku di kepala bagian belakang.

"Belum kok Ma"..masih dalam penjajakan", sahutku.

"Tuh... kan. Kamu ngelarang mama cari pacar, tapi kamu sendiri malah mau

Previous Page of 12Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended