Pagi itu berbeda dari pagi sebelumnya. Dari kejauhan tampak seorang wanita muda yang terlihat tergesa-gesa merapihkan rambut dan dandanannya saat ia berjalan.
“heuhhhhh… ini semua gara-gara semalam !! coba saja aku tidak mengikuti ajakan Dina untuk menonton film horror. Mungkin sekarang aku tidak akan seterlambat ini pergi ke kantor. Sial” gerutunya sambil tetap berjalan tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap aneh kelakuannya yang berbicara sendiri dengan dandanan sedikit acak-acakan.
“bisa-bisa aku kena omelan panjang dari Tuan menyebalkan yang menjadi atasanku. Si direktur menyebalkan dan sombong itu pasti akan mencari masalah lagi denganku karena aku terlambat. Ahhhhhh aku harus cepat-cepat. TAKSI” panggilnya saat melihat taksi yang melintas. Dan dengan cepat dia pun masuk kedalam.
**************************************
“Selamat pagi Direktur” koor semua karyawan kantor yang berpapasan dengan seorang lelaki muda yang tak lain adalah Marcus sang Direktur muda. Marcus adalah seorang anak tunggal dari keluarga kaya dan memiliki berbagai perusahaan di beberapa Negara. Dia memiliki wajah yang tampan, bertubuh tinggi serta gagah yang membuat semua wanita yang melihatnya akan terpana.
Marcus hanya mengangguk dan tersenyum sekilas sebagai jawaban dari sapaan para karyawannya dan itu sukses membuat beberapa karyawati di perusahaannya menjerit kecil karena saking terpesonanya.
“ohhh Tuhan. Lihatlah betapa indah da tampannya direktur kita” sahut seorang wanita dibalik punggung Marcus. Dan dijawab anggukan oleh semua teman yang ada disebelahnya. Sedangkan orang yang dipuji hanya tersenyum bangga.
**
Saat berjalan keruangannya, Marcus tidak sengaja melihat kosong tempat seseorang yang sudah ia anggap sebagai rival dalam berbicara. Kenapa ia menganggapnya rival karena dimanapun mereka berada jika sudah bertemu pasti akan terjadi pertengkaran kecil yang diakibatkan oleh sesuatu hal yang sepele tapi bisa berdampak besar jika mereka yang terlibat didalamnya.
“Apa wanita itu belum datang ?” Tanya Marcus datar pada sang sekretaris. “Maaf pak, maksud Anda siapa ?” sekretarisnya balik bertanya. “ haaahhhh tentu saja Chaeryl. Kenapa kau tidak mengerti dengan pertanyaan ku sih ?” jawab Marcus sebal kepada sekretarisnya.
“Maaf pak, mungkin ibu Chaeryl terlambat datang pak” kata sang sekretaris padanya. “Jika dia sudah datang to……….” Perintah Marcus kepada sekretarisnya terpotong oleh orang yang sedang ia bicarakan. Sambil menghela napas ia berkata “hahhhhh. Selamat pagi pak. Maaf saya terlambat” sapanya kepada sang atasan sambil membungkuk. Meskipun dia menyapa sang atasan tapi itu hanya sekedar formalitas saja karena dia tidak ingin di anggap tidak sopan terhadap direkturnya.
“Kau………..” tunjuk Marcus tiba-tiba. “ikut aku keruanganku sekarang” lanjutnya. ‘Mati akuuuuu’ tanpa berkata apapun lagi Marcus segera beranjak dari tempatnya serta diikuti Chaeryl beserta sekretarisnya tanpa membantah sedikitpun.
################################
*tarik napas* hahhhhhhhhhh… hallooooo aku kembali dengan cerita kedua ku. Aku harap kalian suka dan dengan senang hati mau mengkritik dan memberi saran untuk ceritaku ini. Ditunggu komennya. Terima kasih ^^
Add to your private library
PerpustakaankuAdd this story to your public reading lists
| Cho Kyuhyun Super Junior | as Marcus |
| Han Chaeryl | as Chaeryl |