Halaman sebelumnya of 3Halaman selanjutnya

pembantuku yang bahenol

spinner.gif

Pembantuku yang Bahenol

Seperti pagi sebelumnya aq di bangunkan olehnya. Yaitu siapa lagi kalo bukan pembantuku Mbak Lia yang masih berumur 24 tahun dan masih lajang. Maklum seusai lulus SMA dia langsung bekerja untuk membantu orang tuanya. "Mas.... Mas.... Bangun udah jam 6 lebih 15menit" "okok mbak aku bangun" jawab q dengan mata masih redup sebesar 1 watt. Tapi itu semua langsung hilang bagaimana mungkin dia bangunin aq dengan berbisik di telingaku dan dia hanya pakai baju daster dan didalamnya aku melihat sebuah gundukkan gunung yang masih putih, mulus dan besar sekali menggelantung tanpa BH. Apa lagi tubuhnya yang sintal ngeliatnya aja ingin sekali aq memegangnya tapi ahh jangan itu tak sopan hehehe.

Setelah aq terbangun aq langsung mandi dan berangkat ke sekolah. Aq masih sekolah kelas 3 SMA boleh dibilang aq anak yang biasa saja tak ada yang istimewa tapi anaknya amat pendiem tetapi dari sifat pendiem q, aq selalu olahraga tiap pagi dan sore jadi bias dibilang badan q agak kekar meskipun tidak seperti atlet - atlet olahragawan yang bener - bener buset udah jadi oto mereka. Tapi sore ini aq g latihan karena ada tugas kelompok dan teman - teman q minta tuk kerja kelompok dirumahku. Aq sangat senang apalagi pada waktu itu aq sedang ditinggal pergi keluar kota sama kedua orang tuaku, dan ini sudah sampai minggu kedua dari bulan ini, jadi aq sering berduaan dirumah dengan Mbak Lia pembantuku.

Jam menunjukkan jam 2 sore aq dan teman - teman q segera pergi kerumahku dan mulai bekerja kelompok. Dan pada jam set 7 malam akhirnya tugas kami kelar juga. Aq yang setelah itu satu persatu teman q pulang dan yang terakhir pulangnya jam set 9 soalnya nunggu jemputan ortunya. Setelah ia pulang aq segera kebelakang untuk mencari makan dan membuat segelas teh hangat. Tapi ada yang aneh di kamarnya Mbak Lia seperti ada suara erangan seseorang. "ah ah ah hsss ssss Aha haha ah ah a h...." aq yang langsung kaget segera menghampiri kamar Mbak Lia. Dan betapa kegetnya aq setelah melihat Mbak Lia dengan tubuh tanpa pakaian bisa dibilang telanjang bulat. "astaga ....." aq terkejut luar biasa ternyata orang ini bisa ngelakuin hal kayak gitu y.? "mas .. ... mas udah selesai y tugas kelompoknya.? Sini deketin Mbak, Mbak udah kagak tahan pengen banget sekarang." "astaga orang ini ...." Aku yang terkejut tiba - tiba secara tak sengaja diriku seperti terkena medan magnet tubuhnya Mbak Lia. "sini mas g usah takut gpp kog" dan aq pun mendekatinya dan memandangi tubuhnya yang putih mulus dan belum pernah terjamah pria manapun.

"mas punya mas besar sekali" aq sekali lagi terkejut melihat batang kemaluanku ternyata dari tadi sudah membesar telah berdiri tegak bagaikan tugu pahlawan. Diantara keterkejutan q tiba - tiba Mbak Lia memegangi batang kemaluan q dan mengocoknya menggunakan tangannya yang setiap harinya di pakai untuk mencuci baju - baju q, tangan yang begitu kuat tapi meskipun begitu tangannya halus sekali. "SssShhhHHh......." Cuma desahan yang keluar dari mulut q, lalu tanpa diminta aq langsung memilintir dan menjilati gunung kembarnya yang sudah dari tadi pengen di kenyot - kenyot aq pun tidak menghentikan permainan q di situ saja mulutnya yang seperti buah semangka itu langsung ku kentot dengan ciuman - ciuman ganas q. tubuhnya pun bergelinjangan tak karuan. Tak lama kemudian setelah tubuhnya bergelinjangan tiba - tiba dia lemas tak berdaya, ternyata dia sudah orgasme duluan.

Lalu q baringkan dia ketempat tidurnya dan aq segera malancarkan serangan q yang baru dan lebih ganas q ciumi tekuk lehernya sampai ke pusarnya meskipun dia lemas tak berdaya tapi tubuhnya masih berglinjangan tak karuan saat ciuman q sampai di pusarnya dan kata - kata yang keluar dari mulutnya hanya desahan "ahhh..... ssshhh.... Ahh.... " . saat q sampai di mewianya kuraba terlebih dahulu dengan jari tengah q ternyata sudah basah oleh cairan orgasmenya tadi, saat q meraba di tengah - tengahnya mewianya ada benjolan daging "mungkin itu klitorisnya" q berkata dalam hati q, lalu q mainkan tonjolan kecil itu dengan jari tengah q sekali lagi tubuhnya bergelinjangan tak karuan menahan rasa yang sangat luar biasa dari sentuhan q, hamper 10 menit q lakukan hal tersebut tubuhnya mulai bergetar kuat dan keluarlah cairan orgasme yang kedua kalinya. "sayang kamu hebat sekali..... aq sangat puas yang.... Lanjutin teruss yang.....!!!" apa dia memanggil q sayang maka q balas juga dengan memanggilnya "okok. Sayang siap - siap aq udah baru selesai pemanasan yang tadi itu" jawab q bahwa meskipun begini aq sangat kuat dan stamina q lumayan besar berkat olahraga q tiap hari.

Halaman sebelumnya of 3Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan