Previous Page of 472Next Page

ANAK NAGA 2

spinner.gif

ANAK NAGA

(Bu Lim Hong yun)

Karya : Chin Yung

Jilid 21

"Ya, Sian Su." Thio Han Liong mengangguk.

"Sebelum mengerahkan Kian Kun Taylo Sin Kang, terlebih

dahulu engkau harus menghimpun Kiu Yang Sin Kang untuk

melindungi diri, agar jantungmu tidak tergetar oleh gempuran

Iweekang pihak lawan."

"Ya, Sian Su."

"ingat, engkau tidak boleh melatih Kiu Im Sin Kang" ujar Bu

Beng Sian Su mengingatkannya.

"Apabila engkaujuga melatih Sin Kang itu, sudah barang

tentu akan membuat putus seluruh urat nadimu."

"Kenapa begitu?" tanya Thio Han Liong terkejut.

"Engkau telah memiliki Kiu Yang Sin Kang dan Kian Kun

Taylo Sin Kang, Kian Kun Taylo Sin Kang dan Kian Kun Taylo

Ie Sin Kang yang boleh dikatakan merupakan saudara

kandung, itu tidak jadi masalah. Tapi kalau engkau juga

melatih Kiu Im Sin Kang, akan terjadi pergolakan Iweekang

dalam dirimu sendiri, akhirnya semua urat nadimu akan

putus."

"Aku pasti menuruti nasihat Sian Su," ujar Thio Han Liong

sambil mengangguk.

"terima kasih, Sian su."

Bu Beng sian Su mulai mengajar Thio Han Liong, Kian Kun

Taylo Sin Kang. Belasan hari kemudian, Thio Han Liong telah

menguasai ilmu tersebut, hanya tinggal melatihya. oleh karena

itu. Bu Beng sian su berkata.

"Han Liong, hari ini saatnya kita berpisah-"

"sian su mau pergi ke mana?" tanya Thio Han Liong dengan

mata basah-

"Aku mau pergi ke gunung Thian san, " jawab Bu Beng sian

su memberitahukan.

" gunung Thian san ditutupi saiju sepanjang tahun, namun

pemandangan di sana sungguh indah menakjubkan, maka aku

ingin menetap di sana."

"Sian su," tanya Thio Han Liong.

"Bolehkah aku kc sana kelak?"

"itu terserah engkau." Bu Beng sian su tersenyum.

"Namun belum tentu kita akan berjumpa."

"Kenapa?"

"Jodoh kita sudah habis, maka sulit bagi kita berjumpa

kembali."

"sian su...." Thio Han Liong bersujud dihadapannya.

"Terimalah sujudku ini"

Bu Beng sian su membelainya seraya berkata.

"Jangan lupa, engkau harus terus berlatih di dalam telaga

itu setelah engkau merasa tidak dingin, engkau pun harus

Previous Page of 472Next Page

Comments & Reviews (5)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended