Previous Page of 4Next Page

[Tantangan Romance Wattpad Indo 2012] Purple Angel

spinner.gif

Ku lihat langit terbuka, gumpalan awan melebar ke sebelah kiri dan ke sebelah kanan menjauh dari pusat cahaya. Sebuah sinar yang menyilaukan mata terpancar dari pusat cahaya menuju duniaku, sebuah dunia dengan dataran hijau yang indah dan penuh pesona alam yang menakjubkan. Seketika juga aku mendengar dari sana suara gemuruh angkasa yang memekikkan telinga. Suara itu bagaikan aungan ribuan singa yang marah dan suara itu seperti suara sangkakala para tentara yang memenangkan peperangannya.

Dari sanalah terjatuh dan melesat dengan cepat seorang laki-laki ke tanah. Seorang laki-laki dengan sayap yang patah di punggungnya. Seorang malaikat yang jatuh dari nirwana langit ke tujuh.

Hari itulah pertama kali aku mengenalnya.

* * *

"Kau terlihat aneh hari ini?" tanya Zaniol padaku lembut.

Aku hanya membalas pertanyaannya dengan senyuman manis yang terlihat sekali aku paksakan. Jujur saja, aku sendiri tidak mengerti apa yang sedang aku rasakan saat ini.

Kami sekarang sedang berada di bawah pohon rindang di pingiran sungai Delia, sungai yang menghubungkan dua buah laut di duniaku, yaitu laut selatan dan laut utara. Kami selalu pergi ke sini untuk menangkap ikan ajaib yang lalu lalang di sungai Delia. Ikan itu bangsa kami menyebutnya dengan Moofish, ikan ajaib yang bisa menebak perasaan kita setiap kali kita menangkapnya.

Jika kita merasa sedih, sisik ikan Moofish akan berubah menjadi warna merah. Jika kita merasa senang, sisik ikan Moofish akan berubah menjadi warna biru, dan jika kita marah, sisik ikan Moofish akan berubah menjadi hitam.

"Kau benar-benar tidak apa-apa Vierze?"

"Aku tidak apa-apa," jawabku dingin.

"Kalau kau memang tidak apa-apa, kenapa beberapa hari ini kau terlihat aneh sekali?" sahut Zaniol lagi, dia membelai rambut emasku yang panjang dengan lembut, sementara aku bersender di dadanya yang bidang itu.

"Baiklah," kataku sambil bangun dari senderannya, "kau ingin tahu kenapa?"

"Aku ingin tahu."

"Bisakah kau menangkapkan satu ikan Moofish untukku?"

"Tentu saja."

"Sekarang?"

"Baik."

Dia tersenyum padaku, lalu berdiri dan berjalan mendekati sungai Delia. Dia berdiri tepat di tepi sungai sambil mengamati sungai itu perlahan, dia menunggu seekor ikan Moofish lewat. Tidak lama, seekor ikan berwarna putih terlihat hilir mudik di air sungai yang sangat bening itu. Ikan itu adalah ikan Moofish yang aku maksudkan.

Zaniol langsung menangkap ikan itu dengan cepat dan mengenggamnya dengan erat. Lalu dengan membuka ke dua telapak tangannya, dia memperlihatkan ikan itu kepadaku.

Sisik ikan Moofish yang ditangkap Zaniol tidak berubah menjadi warna merah, biru atau pun hitam. Tetapi sisik ikan itu malah berubah menjadi warna ungu. Inilah yang selalu menjadi pertanyaan besar untukku sampai saat ini.

"Kau lihat apa yang terjadi dengan sisik ikan itu?"

"Sisiknya berubah menjadi warna ungu," jawabnya polos.

"Itulah yang selama ini aku pikirkan Zaniol," kataku perlahan, "sejak kita bertemu, sejak kita bersama, kita selalu ke sungai ini. Kita banyak mengobrol tentang masa lalu dan masa depan. Dan kita selalu menangkap ikan Moofish tiap kali kita datang. Kau tahu sendiri bukan tiap kali kau menangkap ikan ini, sisik ikan ini selalu berubah menjadi warna ungu."

"Aku tahu itu."

"Apa kau mengerti kenapa bisa terjadi seperti itu?"

"Aku tidak tahu."

"Aku pun tidak tahu, Zaniol."

Perkataan terakhir yang aku ucapkan memang agak sedikit keras, Zaniol terlihat kaget dengan sikap yang tidak pernah dia lihat sebelumnya dariku. Raut wajah khawatir sangat bisa ku rasakan terpancar dari wajahnya sekarang. Rona kebingungan pun tidak bisa ditutupi sedang menyelimuti dirinya saat ini. Dia hanya bisa terdiam menunggu aku berbicara lagi.

"Kau tahu Zaniol, tiap kali kita menangkap ikan itu bersama, kau bisa segera tahu apa yang sedang aku rasakan saat itu. Tetapi aku, aku tidak pernah tahu apa yang kau rasakan saat-saat bersamaku?"

"Aku selalu merasa senang bersamamu, Vie," katanya lembut.

"Kalau kau merasa senang bersamaku, mengapa sisik ikan itu tidak pernah berubah menjadi warna biru?"

"Aku tidak tahu."

"Aku sudah bertanya kepada orang tuaku, kepada petua-petua di desaku, mereka semua tidak tahu kenapa ikan itu bisa berubah menjadi warna ungu?"

"Aku tidak mengerti apa maksudmu, Vie?"

"Aku ingin tahu perasaanmu sebenarnya!!!" teriakku.

"Aku..."

"SUDAH CUKUP!!!"

Aku mengambil ikan itu dari tangan Zaniol, seketika itu juga sisik ikan itu berubah menjadi warna hitam. Zaniol melihat hal itu seperti dia melihat hantu, dia belum pernah melihat ikan itu berubah menjadi warna hitam.

Previous Page of 4Next Page

Comments & Reviews (55)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended