Tiba saatnya hari dimana seragam merah putih diganti dengan seragam biru putih dengan kata lain yaitu SMP. ini adalah hari pertama Nina masuk sekolah, Nina bersekolah di SMP Ganesya I Surabaya. Nina adalah gadis sederhana dan pemalu.
Di hari pertama Nina bersekolah, nina diantar oleh ayahnya dengan sepeda motor & Nina juga diperkenalkan seseorang yang juga murid baru yang sedang duduk dihalaman depan sekolah oleh ayahnya, Erna namanya, dia memberikan semangat kepada Nina yang waktu itu masih takut. Nina & Erna menjadi teman sebangku dan di hari pertama, Erna juga mengajak Erna untuk berkenalan dengan murid - murid yang lain.
1 bulan kemudian Nina sudah mengenal dan berteman akrab dengan teman sekelasnya. Nina yang dulu pemalu sekarang telah menjadi gadis periang. Sekarang Nina sudah tidak sebangku lagi dengan Erna tapi sebangku dengan Yana yang juga teman sekelasnya.
Suatu hari ketika waktu jam istirahat Nina melihat dari dalam kelasnya Seorang cowok yang sedang bercanda dengan teman - temannya & sepertinya cowok itu akan pergi beristirahat kekantin sekolah dibawah. melihat cowok itu membuat Nina terdiam dan berhenti mengobrol dengan Yana.
Senyum itu mengingatkan Nina pada salah satu tokoh pahlawan kesukaanya yaitu "SPIDER - MAN" Nina segera keluar dari kelasnya untuk melihat cowok itu, dan sepanjang jam istirahat Nina selalu memperhatikannya. Bahkan kini setiap hari Nina selalu memperhatikannya.
Akhirnya Nina tahu siapa cowok itu, ternyata dia adalah kakak kelas Nina yang masih kelas Dua SMP. Dan dia bernama "Tisna". Sejak pertemuan itu Nina selalu memanggilnya dengan sebutan "PANGERAN" dan Nina sangat ngefens dengan dia.
Nina pun berhasil menjadi temannya, sekarang Nina bisa bercanda dan mengobrol dengannya. dan itu semua membuat Nina suka dan cinta pada Tisna. Dan Tisna juga tahu kalau Nina suka dengannya. Tisna juga memperbolehkan Nina memanggilnya dengan sebutan pangeran.
Tapi suatu hari ketika Nina pergi mengantar Indri ke toilet, Nina bertemu dengan Tisna yang sedang duduk berdua dilapangan dengan seorang cewek, dan ternyat dia adalah Pacarnya. Nina merasa sakit hati dan kecewa pada Tisna dan semenjak hari itu sikap Nina menjadi dingin kepada Tisna.
Keesokan harinya Nina datang terlambat ke sekolah, karena terburu-buru Nina menaruh sepedanya dengan sebarangan. Nina terus memacu kakinya dan menaiki tangga tapi saat dia akan melangkah ternyata banyak cowok yang sedang nongkrong di tangga. tiba-tiba tangannya di pegang oleh salah satu dari mereka. Karena takut terlambat Nina langsung menepis tangan cowok itu dan tidak mempedulikan siapa cowok yang memegang tangannya. tapi saat Nina sudah tiba di atas dia penasaran dengan siapa cowok yang memegang tangannya. Tanpa fikir panjang lagi dia melirik cowok itu. Dan Nina sangat Kaget setelah tahu cowok itu adalah Tisna.
Saat itu Nina merasa senang, tapi dia juga harus sadar bahwa Tisna adalah milik orang lain. Tapi di dalam hati Nina masih tersimpan cinta untuk Tisna. Biarlah semua yang telah di lalui Nina saat bersama Tisna hanya menjadi Kenangan TERINDAH untuknya. Mungkin benar kalau Cinta tak harus memiliki.
Add to your private library
PerpustakaankuAdd this story to your public reading lists