Halaman sebelumnya of 2Halaman selanjutnya

MACAM-MACAM REZEKI

spinner.gif

Macam-macam Rizki Dari Allah (1)

Monday, 12 April 2010 09:09 Zarkasih

E-mail Print PDF

Di antara hal yang menyibukkan diri manusia adalah mencari rizki. Menurut para ulama sufi, bahwa rizki Allah itu dibedakan menjadi empat macam, yaitu: pertama, rizki yang dijamin. Kedua rizki yang dibagikan. Ketiga, rizki yang dimiliki. Keempat, rizki yang dijanjikan.

Rizki yang dijamin oleh Allah ialah rizki yang berupa kenikmatan-kenikmatan yang dirasakan oleh tubuh. Dapat merasakan lezatnya makanan, minuman, memiliki kesehatan, bisa tidur dengan nyenyak dan sebagainya merupakan rizki yang dijamin oleh Allah.

Dengan kenikmatan tersebut seseorang dapat melaksanakan ibadah, seperti shalat, puasa Ramadhan dengan sempurna. Andaikan saja tubuh kita tidak sehat, tentunya tidak akan sempurna dalam melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.

Tentang jaminan rizki ini, antara orang yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama, namun bukan berarti dalam hal ini Allah tidak adil kepada hamba-Nya. Justru karena Allah mengetahui kebutuhan hamba-Nya maka antara individu berbeda rizki yang didapatkan. Allah SwT berfirman: "Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki." (Qs. Ar-Ruum [30]: 40).

Ada orang yang memiliki kekayaan sangat melimpah. Adapula yang memilki kekayaan sedang-sedang saja, cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ini semua tidak lain karena Allah SwT sangat mengetahui kebutuhan hamba-Nya.

Rizki yang dijamin oleh Allah SwT ini juga bukan hanya untuk manusia saja, tetapi seluruh makhluk-Nya yang hidup di dunia, termasuk hewan, tumbuh-tumbuhan. Meskipun rizki tersebut sudah dijamin oleh Allah SwT, namun untuk mendapatkan tidak bisa hanya dengan berdiam diri saja tanpa usaha nyata untuk meraih rizki tersebut. Ikhtiar untuk mendapatkannya adalah keniscayaan yang tidak dapat dikesampingkan. Jangan sampai kita salah dalam memahaminya. Allah SwT berfirman: "Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu." (Qs. Al-Hijr [15]: 21).

Ada sebuah cerita dari negeri Jepang dimana rumah-rumah di sana banyak yang menggunakan pintu geser sebagai pembatas antar ruangan. Suatu hari ada seseorang yang berusaha menggeser salah satu pintu rumahnya yang sudah lama tidak dibuka. Ternyata pintu itu sudah sulit untuk digeser. Begitu bisa tergeser, matanya tertumbuk pada sepucuk surat yang terselip di sela-sela pintu tersebut yang menjadi penyebab betapa sulitnya pintu itu untuk digeser.

Nah ternyata surat tersebuit adalah surat yang ditulis beberapa tahun silam. Yang anehnya, dalam lipatan surat tersebut juga terdapat seekor cicak yang menggelepar masih bernafas, padahal cecak tersebut ikut terjepit dalam liputan surat tersebut. Pertanyaan yang muncul adalah, padahal si cicak tidak bisa kemana-mana, bagaimana cicak ini dapat bertahan hidup begitu lama?

Ternyata setelah diselidiki, ada seekor cicak lain yang setiap harinya selalu memberikannya makan. Subhanallah! Ini membuktikan bahwa terhadap seekor cicak saja Allah telah menjaminkan rizkinya meskipun dalam keadaan kondisi yang tidak mungkin.

Meskipun Allah SwT telah memberikan jaminan akan rizki hamba-Nya, Allah hanya akan memberikan kehidupan yang berkah terhadapa hamba-Nya yang senantiasa mengerjakan amal shaleh dalam keadaan beriman kepada-Nya.

Karena itulah manusia harus tetap menjaga shalatnya dan mengingat Allah sebanyak-banyaknya dalam menjemput rizki di muka bumi ini dan selalu berusaha untuk menggapai rezeki tersebut. Allah SwT berfirman: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (Qs. Al-jumu'ah [62]: 10). Wallaahu a'lam. (Zarkasih, pkesinteraktif.com, dari berbagai sumber)

----------------------------------------------

Macam-macam Rizki Dari Allah (2)

Thursday, 15 April 2010 10:45 Zarkasih

E-mail Print PDF

Macam-macam rizki yang kedua adalah rizki yang dibagikan. Rizki yang dibagikan ini adalah rizki yang sudah dicatat dalam Lauhul Mahudz. Setiap manusia yang hidup di dunia, sudah memiliki jatah atau bagian rizki masing-masing di sana.

Yaitu, apa-apa yang dimakan, diminum, dan dipakai selain yang telah dijamin, masing-masing telah dijamin, sudah ada ukurannya tidak akan melewati ukuran itu serta tidak akan melanggar waktu yang telah ditentukan dan juga tidak akan bertambah ataupun berkurang. Tidak akan terlambat dan tidak akan datang sebelum waktunya dari yang sudah dipastikan oleh Allah SwT.

Halaman sebelumnya of 2Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Siapa yang Membaca

Disarankan