|
||||||||
![]() |
||||||||
|
|
||||||||
|
Prolog...
" kau tak tahu apa yang sudah kau putuskan ini, penderitaan itu tak akan pergi darimu" Aira menatap bukit-bukit yang terbentang di depannya. Udara terasa dingin menusuk hingga ke tulang, tapi bukan itu yang membuat paru-parunya susah bernapas. "ini adalah keputusan yang paling benar yang pernah aku ambil. Aku tak akan menyesal" kilby berdiri disamping aira dan menatapnya dengan penuh keteguhan "sekarang atau nanti aku akan selalu mendampingimu" lanjutnya mantap. Aira menatap kilby "benarkah kau tidak akan menyesal?" "tidak akan pernah, penyesalanku terbesarku adalah mengapa aku tidak bertemu denganmu lebih cepat" "terima kasih mister" Aira menyandarkan tubuhnya ke dada kilby yang bidang. Chapter 1 Pagi yang cerah menghiasi kota Yogyakarta. Tak ada burung bernyanyi,tapi kelengangan yang langka pagi ini membuat kota Jakarta terlihat lebih sejuk dari biasanya. Di sebuah rumah di perumahan padat Jakarta, seorang gadis menyambut pagi yang cerah ini dengan perasaan bahagia. "kak!!! Lihat, pagi ini cerah sekali, cepat bangun" Aira membuka jendela kamar dan bersiap-siap membangunkan paksa kakak kembarnya. "Aira masih jam berapa ini? Biarkan aku tidur sebentar lagi, aku lelah sekali" Aura -kakak kembar Aira yang lahir 5 menit lebih awal dari Aira- menutup mukanya dengan bantal dan hendak melanjutkan tidurnya. "tidak boleh!! Lihat kak!! Jakarta sangat cerah dan sejuk hari ini, ini sangat jarang terjadi, kau harus menikmatinya" Aira menarik bantal yang menutupi wajah Aura. "please aira biarkan kakak tidur sebentar lagi,semalam kakak tidur jam 2" Aura mengambil kembali bantal yang tadi ditarik Aira dan berusaha tidur kembali "hah? Jam 2? Apa yang kakak lakukan hingga jam 2?huh pasti kakak keasyikan mencuci film di kamar gelap lagi" Aira akhirnya menyerah membangunkan kakaknya. Alih-alih bersiap-siap sekolah, Aira berbaring di sebelah kakaknya dan tertidur juga. Aira tinggal di pemukiman padat jakarta bersama keluarga tersayangnya. Ayahnya seorang pilot pesawat penerbangan internasional dan ibunya adalah dokter mata berpengalaman di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta. Selain kedua orang tua yang menyayanginya, Aira juga memiliki saudara kembar lelaki yang lahir 5 menit lebih awal darinya, Aura namanya. Aira yang berdarah jepang-yogya berperawakan mungil dan memiliki kulit putih khas orang jepang, namun matanya tidak sipit seperti ayahnya. Aura bertubuh tinggi dan memiliki tubuh atletis, berwajah sangat tampan yang bisa membuat cewek-cewek disekitar dia bengong setiap dipandang olehnya. Selain keluarga inti itu, Aira memiliki kakak-kakak sepupu yang sangat menyayanginya. " Aira! Aura! Mau sampai kapan kalian tidur?? Lihat sudah jam setengah 7, apa kalian mau terlambat?" ibu mereka masuk dan membangunkan mereka. Aira dan Aura tersentak lalu bangun bersamaan. " jam berapa ini? Aira kenapa kamu tidak membangunkan kakak?" Aura langsung berdiri "tadi kan sudah kubangunkan, tapi kakak terlihat begitu lelah dan aku melihat kakak tidur dengan nyenyak sehingga aku mencoba berbaring disebelahmu, tapi aku malah tertidur" Aira balas memarahi kakaknya. "sudah-sudah cepat mandi, kalian harus bergegas, tak ada yang bisa mengantar kalian. Bunda harus menjemput ayah kalian di bandara, mobil kalian masih ada di tempat sei kan?" ibu mereka langsung memberseskan tempat tidur Aura "oh tidak!! Kita harus cepat kak" Aira langsung berlari ke kamar mandi disusul Aura yang berlari menuju kamar mandi di dalam kamar orangtuanya. Pagi yang cerah tidak membuat hari Aira cerah rupanya. Aira harus segera bersia-siap ke sekolah, kalau tidak dia dan kakanya akan terlambat. Aira dan Aura menunggu mikrolet yang tak kunjung datang, Aira benar-benar menyesal dia ikut-ikutan tidur disamping kakaknya, Aira sangat senang tidur disebelah Aura, benar-benar terasa nyaman. Setelah menanti dengan sabar, mereka akhirnya mendapatkan mikrolet dan sukses terlambat sampai sekolah. Gerbang sekolah sudah tertutup, mereka mengendap-endap menuju belakang sekolah. "kak, mau tidak mau kita harus manjat neh" sambil berkata begitu, Aira langsung memanjat tembok pembatas sekolah. "hei Aira tunggu!! Berhenti!! Biar kakak dulu yang naik, nanti kakak tangkap kau dibawah" Aura teriak-teriak khawatir "santai saja kak" Aira belum selesai bicara, dia melihat lelaki di dalam sekolah yang sedang memperhatikan dia, karena kaget Aira jatuh dan menimpa lelaki itu. "Aira!!! Kamu baik-baik saja kan? Aira jawab kakak" Dalam sekejap, Aira menatap lelaki dibawah tubuhnya itu. Mata mereka bertautan, tak ada satupun yang berbicara seolah-olah menghargai momen tersebut. "kamu berat!" laki-laki itu menatap Aira garang "Aira, kamu tidak apa-apa" Aura sudah disamping Aira dan memeriksa keadaan adiknya "jangan sembarangan bicara ya, anda jangan membuat pagi saya menjadi lebih buruk lagi ya" Aira kesal sekali dengan orang yang baru ditemuinya ini. "bisakah kamu menyingkir dari badanku, setelah itu baru kamu boleh berbicara lagi" Aira menyadari bahwa dia masih menindih lelaki itu "iya-iya maaf. Puas anda?" Aira langsung menarik kakaknya untuk ke kelas nya. Di kelas, teman-teman Aira sedang bergosip tentang guru baru pengganti bu Ernes yang pindah ke Medan.
|
||||||||
|
© WP Technology Inc. 2010
User-posted content is subject to its own terms. |