|
||||||||
![]() |
||||||||
|
|
||||||||
|
|
3
BAHAYA ISLAM LIBERAL oleh Hartono Ahmad Jaiz
Diarsipkan di : Muhammad Adam Hussein (Adamssein). http://www.dewaster.co.cc/2009/10/bahaya-islam-liberal-oleh-hartono-ahmad.html Sukabumi Selatan; Minggu, 11 Oktober 2009. Sambutan Muhammad Adam Hussein (Adamssein): Saya (Adamssein) menghadirkan tulisan yang menguak keburukan paham Islam Liberal yang dikarang oleh Hartono Ahmad Jaiz diterbitkan oleh Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta. Cetakan Kedua, Februari 2002 http: //www.kautsar.co.id Adamssein berharap kaum muda-mudi di Indonesia tidak mengikuti jalan ISLAM LIBERAL yang ekstrem. Inilah sekiranya gambaran Islam Sunni, "Islam tidak membolehkan Nikah Beda Agama, Islam tidak menyetujui Pernikahan Sesama Lesbian dan Sesama Gay (Homoseks), Islam tidak menyukai kekerasan tapi Islam menganjurkan umatnya untuk bersikap lemah lembut, jika menegur kesalahan bukan dengan emosi, tapi dengan perkataan sebaik-baiknya. Berbeda dengan paham Islam Liberal yang menginginkan kebebasan malah akan memasukannya ke dalam Neraka karena menghalalkan yang jelas Haram. Nauzduhimindzalik. Semoga kita dilindungi dari keburukan biar tak sesat biar tak menyalahi aturan Alloh Ta'ala. Contoh Pemikiran Busuk dari Islam Liberal: 1. Melegalkan Pernikahan Beda Agama, seperti yang dilakukan oleh Komaruddin Hidayat, Yayasan Paramadina, Jakarta. Dia ini membolehkan dan menganggap tidak apa-apa wanita Islam dinikahi lelaki Nasrani, dalam kasus artis Ira Wibowo dinikahi Katon Bagaskara. 2. "Assalamu'alaikum" ingin diganti dengan "Selamat Pagi" seperti ulah Gusdur (Abdurrahman Wahid). 3. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahhari, Bandung. Tokoh ini menolak hadist shahih riwayat Imam Muslim, Antum a'lamu bi umuuri dunyaakum (kalian lebih tahu tentang rusan-urusan dunia kalian). Padahal diakui oleh Ulama Salafusholih dan Ulama Sunni bahwa Hadits Riwayat Imam Muslim itu Shohih, lalu mengapa yang jelas-jelas shohih tidak diterima, hmmm, apa tidak menyukai kebenaran yang sudah nyata? hehe. :-) 4. Negara Indonesia disuruh jangan menggunakan Syari'at Islam dianggapnya tidak sesuai dengan kehidupan modernlah, agama tidak berhak ikut campur dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, kalau kita kaji paham seperti ini sama percis dengan Paham Sekulerisme. Kalau sudah begini maka individu-individu yang bertanggungjawab atas perilakunya sendiri. Kenyataan dilapangan memang Benar, pada saat sekarang ini Presiden SBY di 2009-2014, ternyata Beliau banyak teman yang paham Komunis Cina, sama menolak Syari'at Islam, dan mengapa Hidayat Nur Wahid (dari Partai Keadilan Sejahtera) ditolak menjadi Wakil Presidennya? Ternyata lagi-lagi takut kalau "Hidayat Nur Wahid memperjuangkan Syari'at Islam". Jadi, Ideologi di Indonesia saat ini menggunakan Demokrasi Liberal. Namun sejujurnya, Adamssein merasa takut jika saat nanti berubah menjadi Demokrasi Sekuler, mengapa takut? Karena Hukum Islam menjadi tidak berlaku di Indonesia, bukan hanya itu bisa jadi MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan DepAg (Departemen Agama) dibubarkan, bila itu terjadi maka tak perlu heran nanti mah kayak orang Jepang, Amerika, dan negara lainnya yang memakai Demokrasi Sekuler. Contohnya; Zina dihadapan Umum tak memperdulikan rasa malu, Zina didalam Bis, Zina didalam Kelas saat gurunya masih mengajar, Zina didalam Supermarket tanpa memperdulikan dilihat-lihat orang, malah dianggapnya orang yang tidak senang dengan kelakuannya dianggap melanggar HAM (Hak Azasi Manusia)nya dan menuntut ke pengadilan seperti yang lazim dilakukan oleh Negara yang Berpaham Demokrasi Sekuler yang lekat dengan Kebudayaan Barat bisa disebut Budaya Kejahiliahan Modern. 5. Islam Liberal mengadopsi budaya Barat yang sangat kental, contohnya; dari gaya pakaian (fashion), pergaulan, dan Islam Liberal juga dikabarkan ada sumbangan dana dari kaum Yahudi. Oya, Islam Liberal juga mempunyai misi kurang baik bagi Islam, karena ibaratnya Islam Liberal bagaikan "musuh dalam Selimut", mempengaruhi dari pemikiran-pemikiran yang bebas tapi jauh dari keimanan seorang muslim semestinya, karena memberikan fatwa yang berlainan dengan ajaran Islam yang sebenarnya, karena Nikah Beda Agama itu tidak dibolehkan, tapi eeh malah dibolehkan dengan alasan asal imannya tidak terganggu. Secara Psikologis, anaknya akan dilema terhadap agamanya, selain itu juga tercampuradukkan budaya Islamnya dengan budaya Barat (Yahudi, Kristen, Budha, Hindu, atau dari agama lain tergantung darimana asal beda agamanya). Sedang sudah jelas, budaya tauhid tidak boleh dicampurkan dengan hal yang berkaitan dengan kemusyirikan (di luar budaya Islam). Malah Islam Kejawen lebih parah karena Budaya Hindu dan Budha, masih dilakoni setiap hari-hari yang ditentukan, padahal menyalahi ketauhidan Alloh yang Maha Esa.
|
|||||||
|
© WP Technology Inc. 2009
User-posted content is subject to its own terms. |