|
||||||||
![]() |
||||||||
|
|
||||||||
|
Kehidupan
dan karier [sunting] Masa kecil dan karier di Indonesia (1974-1994) Anggun lahir di Jakarta pada tanggal 29 April 1974 dari pasangan Darto Singo, seorang seniman Indonesia dengan Dien Herdina, seorang ibu rumah tangga yang masih keturunan keraton Yogyakarta.[1] Anggun menempuh pendidikan dasarnya di sebuah sekolah Katolik di Jakarta, walaupun Anggun adalah seorang Muslim. Anggun hidup dalam keluarga yang penuh seni. Sejak usia 7 tahun Anggun digembleng latihan vokal setiap hari oleh ayahnya.[8] Anggun diajarkan berbagai latihan teknik vokal dengan penuh disiplin. Tidak hanya itu, Anggun juga diajarkan bermain piano. Dengan dimanajeri ibunya, Anggun kemudian mulai tampil di atas panggung, meskipun sering hanya dengan imbalan nasi bungkus.[8] Pada usia 9 tahun, Anggun mulai menciptakan lagu-lagunya sendiri dan mulai merekan album anak-anak.[4] Saat menginjak usia 12 tahun, Anggun meluncurkan album rock pertamanya berjudul Dunia Aku Punya. Album tersebut diproduseri oleh gitaris rock terkenal Indonesia, Ian Antono.[1] Album pertamanya mendapat sambutan yang lumayan di akhir tahun 1980-an. Nama Anggun mencapai puncak popularitasnya di tahun 1990 setelah merilis singel berjudul "Mimpi",[9] kemudian disusul "Tua Tua Keladi" dan "Takut" yang menjadi hits saat itu. [10] Anggun berhasil meraih penghargaan sebagai "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991".[4][5] Anggun kemudian merilis banyak singel dan album, mengantarkannya menjadi penyanyi rock remaja papan atas di era awal 1990-an.[4] Di tengah puncak popularitasnya sebagai lady rocker di Indonesia, Anggun malah memutuskan untuk menikah muda pada tahun 1992 dengan Michel de Ghea, seorang warga negara Perancis. Anggun pertama kali bertemu dengan Michel saat mengadakan tour ke Banjarmasin.[8] Meskipun demikian, ternyata popularitas Anggun tidak meredup. Ia kemudian berhasil menjadi penyanyi termuda yang mendirikan perusahaan rekamanya sendiri, PT Bali Cipta Record. [5] Hingga tahun 1994, Anggun sudah tercatat sebagai penyanyi mapan di Indonesia dengan penjualan mencapai jutaan kopi. Selain telah memiliki perusahaan rekaman sendiri, Anggun juga telah memproduseri sendiri albumnya. [11] Anggun telah merilis sebanyak 5 album solo yaitu Dunia Aku Punya (1986), Anak Putih Abu Abu (1991), Nocturno (1992), Anggun C. Sasmi... Lah!!! (1993) dan Yang Hilang (1994), ditambah belasan singel dan kompilasi. [12] [sunting] Perjuangan menuju karier internasional (1995-1996) Anggun kemudian mulai merasa tidak puas dengan kesuksesannya di Indonesia dan bermimpi menjadi artis bertaraf internasional. Pada tahun 1994, Anggun bertekad untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Setelah menjual perusahaan rekamannya, Anggun nekat hijrah ke Eropa bersama suaminya, Michel de Ghea dan meninggalkan segala popularitas yang dimilikinya di Indonesia. Anggun menetap di London, Inggris selama setahun dan memulai kariernya lagi dari nol. Selama di London, Anggun rajin mengirim demo rekaman ke berbagai studio di Inggris dan juga pergi ke klub- klub untuk memperkenalkan dirinya sebagai penyanyi. Biaya hidup yang tinggi di London, membuat uang hasil penjualan perusahaan rekaman Anggun habis sedikit demi sedikit.[13] Di tengah kondisi yang demikian, Anggun pun harus menerima kekecewaan tatkala semua demo rekamannya tidak mendapat sambutan yang positif. Anggun akhirnya berada pada kesimpulan bahwa kariernya tidak akan pernah tumbuh di Inggris dan berencana untuk memulai karier di negara Eropa lain. Anggun lalu berniat untuk pindah ke Belanda, dimana lebih banyak terdapat orang Indonesia. Di perjalanan menuju Belanda, Anggun membatalkan niatnya dan memutuskan untuk memulai karier di Perancis. Pada tahun 1996, akhirnya Anggun berhasil bertemu dengan Erick Benzi, salah seorang produser besar Perancis yang pernah menangani album sejumlah penyanyi terkenal seperti Celine Dion, Jean-Jacques Goldman , Jhonny Hallyday dan lainnya.[6] Benzi pun terpikat oleh kemampuan vokal Anggun, dan seketika menawarkannya untuk rekaman album. Pada tahun yang sama, Anggun terbang ke Manila, Filipina untuk mengikuti audisi Sony Music International . Dalam audisi tersebut, Anggun berhasil menyisihkan para penyanyi dari berbagai negara hingga akhirnya berhasil mendapat kontrak Sony Music untuk 5 album.
|
||||||||
|
© WP Technology Inc. 2010
User-posted content is subject to its own terms. |