welcome!  login | sign up   Facebook Connect
 
Read what you like. Share what you write.

Posted by

maedhanie

on Sep 16, 2009
Become a fan

Kopi Asin

2


Kopi Asin

Seorang pria bertemu dengan
seorang gadis di sebuah
pesta, si gadis tampil luar
biasa cantiknya, banyak lelaki
yang mencoba mengejar si
gadis. Sedangkan si pria
sebetulnya tampil biasa saja
dan tak ada yang begitu
memperhatikan dia, tapi pada
saat pesta selesai dia
memberanikan diri mengajak
si gadis untuk sekedar
mencari minuman hangat. si
gadis agak terkejut, tapi
karena kesopanan si pria itu,
si gadis mengiyakan
ajakannya. Dan mereka
berdua akhirnya duduk di
sebuah coffee shop, tapi si
pria sangat gugup untuk
berkata apa-apa suasana
hening ini berlangsung cukup
lama,dan akhirnya si gadis
mulai merasa tidak nyaman
dan berkata, "Kita pulang aja
yuk...?!?".

Namun tiba-tiba si pria
meminta sesuatu pada sang
pramusaji, "Bisa minta garam
buat kopi saya?" Semua orang
yang mendengar memandang
dengan heran ke arah si pria,
aneh sekali!!. Wajahnya
berubah merah, tapi tetap
saja dia memasukkan garam
tersebut ke dalam kopinya
dan meminumnya. Si gadis
dengan penasaran bertanya,
"Kenapa kamu bisa punya
hobi seperti ini?", si pria
menjawab, "Ketika saya kecil,
saya tinggal di daerah pantai
dekat laut, saya suka bermain
di laut, saya dapat merasakan
rasanya laut, asin dan sedikit
menggigit, sama seperti kopi
asin ini.
Dan setiap saya minum kopi
asin, saya selalu ingat masa
kanak-kanak saya, ingat
kampung halaman, saya
sangat rindu kampung
halaman saya, saya kangen
kepada orang tua saya yang
masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat
terakhir, mata si pria mulai
berkaca-kaca,dan si gadis
sangat tersentuh akan
perasaan tulus dari ucapan
pria di hadapannya itu. Si
gadis berpikir bila seorang
pria dapat bercerita bahwa ia
rindu kampung halamannya,
pasti pria itu mencintai
rumahnya, perduli akan
rumahnya dan mempunyai
tanggung jawab terhadap
rumahnya. Kemudian si gadis
juga mulai berbicara,
bercerita juga tentang
kampung halamannya nun
jauh di sana, masa kecilnya,
dan keluarganya.
Suasana kaku langsung
berubah menjadi sebuah
perbincangan yang hangat
juga akhirnya menjadi sebuah
awal yang indah dalam cerita
mereka berdua.Mereka
akhirnya berpacaran. Si gadis
akhirnya menemukan bahwa
si pria itu adalah seorang
lelaki yang dapat memenuhi
segala permintaannya, dia
sangat perhatian, berhati
baik, hangat, sangat perduli..
betul-betul seseorang yang
sangat baik. Si gadis hampir
saja kehilangan seorang lelaki
seperti itu! Untung ada kopi
asin!!

Kemudian cerita berlanjut
seperti layaknya setiap cerita
cinta yang indah, si gadis
menikah dengan si pria dan
mereka hidup bahagia
selamanya, dan setiap saat si
gadis membuat kopi untuk si
pria, ia membubuhkan garam
di dalamnya, karena ia tahu
bahwa itulah yang disukai
oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria
meninggal dunia, dan
meninggalkan sebuah surat
yang berkata, "Sayangku
yang tercinta, mohon
maafkan saya, maafkan kalau
seumur hidupku adalah dusta
belaka. Hanya sebuah
kebohongan yang aku
katakan padamu... tentang
kopi asin. Ingat sewaktu kita
pertama kali jalan bersama?
Saya sangat gugup waktu itu,
sebenarnya saya ingin minta
gula tapi malah berkata
garam. Sulit sekali bagi saya
untuk merubahnya karena
kamu pasti akan tambah
merasa tidak nyaman, jadi
saya maju terus.
Saya tak pernah terpikir
bahwa hal itu ternyata
menjadi awal komunikasi kita!
Saya mencoba untuk berkata
sejujurnya selama ini, tapi
saya terlalu takut
melakukannya, karena saya
telah berjanji untuk tidak
membohongimu untuk suatu
apa pun. Sekarang saya
sekarat, saya tidak takut apa-
apa lagi jadi saya katakan
padamu yang sejujurnya, saya
tidak suka kopi asin, betul-
betul aneh dan rasanya tidak
enak. Tapi saya selalu dapat
kopi asin seumur hidupku
sejak bertemu denganmu, dan
saya tidak pernah sekalipun
menyesal untuk segala
sesuatu yang saya lakukan
untukmu.

Memilikimu adalah
kebahagiaan terbesar dalam
seluruh hidupku. Bila saya
dapat hidup untuk kedua
kalinya, saya tetap ingin
bertemu kamu lagi dan
memilikimu seumur hidupku,
meskipun saya harus
meminum kopi asin itu lagi.
Air mata si gadis betul-betul
membuat surat itu menjadi
basah.

Kemudian hari bila ada
seseorang yang bertanya
padanya, apa rasanya minum
kopi pakai garam? Si gadis
pasti menjawab dengan yakin,
"Rasanya manis !! "

Kadang anda merasa anda
mengenal seseorang lebih
baik dari orang lain, tapi
hanya untuk menyadari
bahwa pendapat anda tentang
seseorang itu bukan seperti
yang anda gambarkan. Sama
seperti kejadian kopi asin
tadi. Tambahkan Cinta dan
Kurangi Benci karena
terkadang garam terasa lebih
manis daripada gula.

Hidup adalah sebuah seni
hidup yang teramat indah,
Nikmatilah dengan tanggung
jawab dan rasa syukur,
Apapun kelebihan dan
kekurangan pasangan anda,
kalau Anda tengah mulai
punya pasangan terimalah
kekurangan-kekurang an
pasangan Anda dengan
bijaksana.

http://my.opera.com/maedhanie/blog/show.dml/4275888

By Emridhanie

Fb maedhanie@gmail.com

Comments & Reviews ^top


Login to post your comment.
Be the first to comment on this!


Recommended


Tegang Neh Yee... (Serial OGI)

Ogi-Gol! (Serial OGI)

Rumah Singgah (Serial OGI)

Putri Biru (Serial OGI)

Misteri Puisi Cinta itu....(Serial OGI)

Kembang Kertas Di Taman Sekolah (Serial OGI)

SUKU BANJAR