|
||||||||
![]() |
||||||||
|
|
||||||||
|
|
8
Hikmah Makan Sahur
Oleh Muhammad Adam Hussein [Adamssein] [www.dewaster.co.cc] Diarsipkan di; http://www.dewaster.co.cc/2009/09/hikmah-makan-sahur.html Muhammad Adam Hussein, Sukabumi Selatan; Minggu, 30 Agustus 2009. Ternyata makan Sahur itu merupakan Sunnah Nabi, dan membedakan dari puasanya ahlul kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) dengan umat Nabi Muhammad Saw. Tidak ada dalil bagi ahlul kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) puasa harus dengan makan Sahur terlebih dahulu. Jika umat Islam diisyaratkan makan Sahur, baik ketika melaksanakan puasa Ramadhan maupun puasa sunat diluar bulan Ramadhan. Dalil yang menegaskannya, dibawah ini; Sahabat Amr bin Asha ra menyampaikan bahwa Rasululloh Saw bersabda, "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahli kitab adalah makan sahur". (HR. Muslim). Dari Salman ra, Rasululloh Saw bersabda, "Barokah itu ada tiga perkara, yaitu: al-Jama'ah, Ats-Tsarid, dan makan sahur." (HR. Thabrani). Tentang barokah ini, Abu Hurairah ra juga meriwayatkannya. Nabi Muhammad (Rasululloh Saw) bersabda, "Sesungguhnya Alloh menjadikan barokah pada makan sahur dn takaran." (HR. As-Syirazy). Hadits lain mengungkap adanya kandungan barokah dalam makan sahur juga diungkap oleh Abdullah bin al Harits ra yang meriwayatkan bahwa Rasululloh Saw bersabda, "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Alloh berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan." (HR. Nasa'i dan Ahmad). Kemudian, ditegaskan dalam hadits lain; Dari Abu Said al Khudri ra, Rasululloh Saw bersabda, "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meminum seteguk air, karena Alloh dan Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur." (Al Hadits). Dari uraian Hadits diatas dapat disimpulkan; "Bahwa makan sahur itu memang benar sebagai Sunnah Nabi saat akan menjalankan puasa dan sahur itu tidak boleh ditinggalkan itupun untuk menjaga stamina puasanya nanti, baik puasa wajib di Ramadhan, maupun puasa sunnah selain di bulan Ramadhan. Misalnya; Puasa Senin dan Kamis, Puasa Hajat (Bila mempunyai keinginan ingin dikabulkan), Puasa Nabi Daud (disebut Puasa selang-seling, maksudnya satu hari puasa, satu hari lain tidak puasa dulu, kemudian esok harinya puasa). Sangat dianjurkan makan sahur, walaupun seteguk air, itu alasannya demi menjaga stabil metabolisme tubuh, agar puasanya itu tidak loyo, tetap semangat bekerja, tetap semangat belajar, karena dari penelitian banyak orang yang mencari alasan loyo karena melakukan puasa, hmmm, itu alasan yang tidak tepat, puasa juga bisa segar dan sehat, butuh makan sahur untuk mempersiapkan puasanya itu dengan sikap mental, sekaligus dengan sikap mempedulikan keperluan perut alias rasa lapar dan haus. Kemudian, makan sahurnya kita itu diberi shalawat oleh Alloh dan Malaikat-Nya, shalawat disini diartikan limpahan ampunanNya dan rahmatNya (kasih sayang dari Alloh), selain itu mendapat doa dari MalaikatNya. Sebab doa Malaikat itu sangat mustajab, akan cepat dikabulkan oleh Alloh SWT. Oleh karena itu, bersikaplah yang menyenangkan para Malaikat agar didoakannya. Misalnya; dilarang memasang gambar binatang, dan sebagainya. Makan sahur yang afdhol adalah "dengan mengakhirkannya". Ini sunnah Nabi. Dikisahkan bahwa pada suatu hari Rasululloh bersama Zaid bin Tsabit ra bersantap sahur bersama. Ketika selesai makan sahur, Nabi kemudian bangkit untuk sholat subuh. Jarak (selang waktu) antara sahurnya Nabi itu dengan masuknya sholat subuh kira-kira seperti lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di Kitabulloh. Anas ra meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit ra, "Kami makan sahur bersama Rasululloh kemudian beliau sholat." Aku tanyakan (kata Anas), "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?". Zaid menjawab, "Kira-kira 50 ayat membaca Alqur'an." (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi, makan sahur yang afdhol itu mengakhiri makan sahurnya, tepatnya menurut pandangan Penulis; itu jaraknya 30 (Tiga Puluh) menit sebelum datangnya adzan Subuh. Begitulah, hal yang perlu kita ketahui tentang makan sahur itu. Semoga tulisan ini mengalirkan manfaat tiada henti pada pembacanya, terutama penulisnya sendiri. Amien. Al Fatihah, berdo'a didalam hati mulai. Oya, nantikan bahasan sebuah tulisan mengenai Puasa Ramadhan akan dihadirkan selengkapnya, sekarang masih dalam proses, karena susahnya referensi (sumber pustaka), minta do'anya aja. Sumber Pustaka: Ustad Jeffri al Bukhory, dalam Tribun Jabar edisi Jum'at, 28 Agustus 2009. Halaman Cover dan Bersambung Ke halaman 11. www.tribunjabar.co.id Salam Manis S'lalu Muhammad Adam Hussein [www.dewaster.co.cc] FaceBook : www.facebook.com/dewapuitis (bila diakses di komputer). www.m.facebook.com/dewapuitis (bila diakses di HandPhone melalui GPRS). atau mencarinya dengan mengetik "Adamssein". Saran, Kritik, Komentar, dan Curhat (Konsultasi Soal Percintaan): dewapuitis@ymail.com Bila ingin chat di FB atau di Email, hari Minggu jam 10:00an pagi, atau 13:00an siang, tergantung kondisinya. Terimakasih atas perhatian dan kepercayaannya.
|
|||||||
|
© WP Technology Inc. 2009
User-posted content is subject to its own terms. |