welcome!  login | sign up   Facebook Connect
 
Read what you like. Share what you write.

Posted by

maedhanie

on Sep 02, 2009
Become a fan

Secret Admirer (Serial OGI)

1


Secret Admirer

By osolihin

Sejak baca e-mail dari seseorang yang mengaku sebagai penggemar rahasianya, Ogi jadi nggak enak ati. Kok masih aja masa lalunya diungkit-ungkit. Masa lalu Ogi sebagai vokalis band sekolahan yang sedikit demi sedikit ingin dikuburnya. Masa lalu yang indah dari panggung ke panggung. Tentu saja, lengkap dengan pujaan dan pujian dari para penggemar beratnya. Meski nggak ngetop-ngetop amat, minimal dikenal anak sekolah di wilayahnya. Soal penggemar? Jangan ditanya, karena dulu Ogi sering bawain lagu-lagunya Guns N Roses dan Metallica, maka banyak penggemarnya kalangan anak-anak metal juga. Sejak nyadar dan masuk rohis, Ogi ingin segala hal tentang dirinya dihapus dari lembaran hidupnya. Ogi bertekad, biarlah sebagai vokalis band adalah masa lalunya, tapi jadi anak rohis adalah masa depannya.
"Siapa ya? Kok berani-beraninya mengaku sebagai penggemar rahasiaku. Kayak lagunya Mocca neh.." Ogi nggak abis pikir sambil pengen ketawa. Ia terus mencari jawabnya. Tapi tak satupun ingatannya mampu melacak siapa dia. Yang jelas, account e-mailnya berinisial "Si Paul". Ogi sama sekali nggak tahu siapa dia. Seingatnya tak ada orang dekat yang ia kenal dengan nama itu. Tadinya Ogi mau iseng nyari pake search engine macam google (dasar nyandu internet)
"Mungkinkah ini nama samaran?" Ogi kembali membatin sambil tiduran dengan lipatan kedua tangannya menyangga kepala. Terdengar musik berisik dari mini compo-nya, lagu Fade To Black milik Metallica versi konsernya yang iramanya mirip-mirip lagu One. Huhuy!
"Ah, ngapain diurusin, toh juga baru sekali ini dia kirim e-mail," ucapnya dalam hati saat HP-nya bunyi yang menandakan ada SMS yang masuk. Ogi segera membuka pesan tersebut dari deretan angka yang nggak dikenalnya.
"Assalaamu'alaikum. I am your secret admirer. Suaramu bagus Gi. Aku masih inget saat kamu membawakan Welcome to the Jungle di TIM setahun yang lalu.[Si Paul]"
Deg, jantung Ogi berhenti beberapa detik. Ternyata sekarang anak itu sudah berani masuk via SMS.
"Dari mana ia tahu nomor HP-ku?" Ogi tampak bingung. Lagi bengong begitu, HP mungil miliknya kembali bunyi. SMS lagi. Ogi segera membuka pesan tersebut. Nomor yang sama.
"Coba kamu bikin grup nasyid. Pasti banyak yang suka. Suaramu merdu sih Gi. Dan aku akan tetap menjadi your secret admirer. Wassalam [Si Paul]"
Wackss. Ogi makin kaget. Kepikiran untuk segera kirim balik. Tapi rasa penasarannya membuat ia nekat menelepon si penggemar rahasia itu. Tapi sayang, pesan yang didengar Ogi dari nomor yang dihubunginya adalah: "Nomor yang anda tuju berada di luar jangkauan atau sedang tidak aktif". Gagal deh.
Malam itu benar-benar merasa diteror. Ia terus mengingat siapa dia. Orang isengkah, atau memang beneran? Tadinya Ogi nggak mau mikirin, tapi karena SMS 'ajaib' itu Ogi jadi penasaran banget.
"Ah, aku coba buka e-mail. Kali aja doi juga kirim" Ogi jadi curiga. Lalu ia hidupkan komputernya. Sambil menunggu komputernya bekerja untuk masuk ke Windows, ia coba menelpon Jamil dari HP-nya.
"Assalaamu'alaikum," Suara Ogi memecah keheningan malam.
"Wa'alaikumsalam," suara Jamil di seberang sana.
"Ada apa Gi?" tanya Jamil.
"Mil, aku ada masalah neh. Ada orang yang mengaku sebagai penggemar rahasiaku. Doi kirim e-mail dan SMS euy. Malah kayaknya doi tahu betul waktu kita sering manggung dulu..." Ogi nggak ngelanjutin.
"Ehm..ehm.." Jamil berdehem dengan nada genit.
"Lho, ngapain pake berdehem segala...?" Ogi penasaran.
"Kalem Gi. Jangan geer. Kali aja tuh orang iseng," Jamil ngasih pendapat disusul derai tawa.
"Iya, kali ya. Tapi dia punya inisial Si Paul. Kamu kenal Mil?" Ogi ngejelasin sambil garuk-garuk kepala.
"Wah, aku nggak kenal nama itu. Namanya juga penggemar rahasia, pastinya dia merahasiakan dong Gi," terang Jamil.
"Iya juga ya? Jangan-jangan aku yang geer. Heheheh. Eh, ngomong-ngomong gimana acara Dialog Interkatif Remaja minggu depan, persiapan udah mateng kan?"
"Insya Allah lancar Gi. Pokoknya kalo ketuanya kamu oke deh. Peserta juga udah banyak yang daftar tuh." suara Jamil di seberang sana.
"Oke deh, assalaamu'alaikum" Ogi mengakhiri obrolannya.
Ogi kemudian duduk manis di depan komputer. Tombol modem ia nyalakan. Sejenak kemudian terdengar suara khas handshake modem. Eh, tahu nggak waktu Ogi nyandu internet? Konon kabarnya, sejak Ogi kecanduan internet, suara ngoroknya waktu tidur mirip-mirip handshake modem. Kayaknya tuh modem dicangkok di otaknya deh. Jadi OL terus sepanjang hari. Jadi jangan heran kalo mimpi-mimpinya pun berhiaskan format HTML lengkap dengan program Flash-nya. Hihihih..
/ 4 Next Page

Comments & Reviews ^top


Login to post your comment.
Be the first to comment on this!


Recommended


Rumah Singgah (Serial OGI)

Tegang Neh Yee... (Serial OGI)

Ogi-Gol! (Serial OGI)

Kereta Terakhir dari Jakarta (Serial OGI)

Putri Biru (Serial OGI)

Demam Togel (Serial OGI)

Tragedi Ramadhan Fair