Previous Page of 4Next Page

Rudyard House

spinner.gif

"Maksud nona bagaimana?? Membuat tuan Russel tidak tertarik de-dengan rumah ini?" Oskar nampak terkejut dengan ucapan Brenda.

"Yup, aku punya ide bagus, dan aku membutuhkan bantuanmu dan Emma."

"Ide? Ide apa nona?"

"Hemm, kamu dan Emma akan tau besok Oskar." Brenda terus tersenyum misterius kearah Oskar.

***************************

"Bagaimana tuan Russel, apa urusan anda sudah beres?" tanya seorang pria, umurnya sekitar empat puluh tahun.

Russel menghempaskan tubuhnya yang tinggi tegap ke sebuah sofa yang besar, "Sudah. Benar-benar melelahkan. Aston, siapkan jet pribadi, minggu ini aku akan kembali, dan kita akan ke Rudyard House." ucap Russel tenang kepada pengawal pribadinya itu.

"Apa tuan yakin kita akan ke Rudyard House? Kita sudah lama sekali tidak kesana tuan."

Mata biru Russel menatap Aston dengan tatapan tajam, "Kau mau membantahku, Aston?"

Aston menjadi gelagapan ditatap dingin oleh tuannya itu, " Tidak. Ma-maafkan saya tuan." Aston lalu membungkukan badannya. Russel lalu berdiri dari sofanya, berjalan menuju kamar pribadinya.

"Oia, Aston. Kalau ada Lucy mencariku, bilang kalau dia tidak perlu menemuiku lagi, karena........aku sudah bosan dengannya." ucap Russel dengan entengnya, lalu melanjutkan langkahnya.

Lagi-lagi Aston membungkukkan badannya kearah Russel. Ia sangat mengetahui tabiat tuannya itu. Tuan Russel memang dikenal sering bergonta ganti wanita, lebih karena wanita yang mengejar-ngejarnya, namun tidak pernah ada satupun yang dibawa kejenjang yang lebih serius.

*******************************

"APA??!" ucap Oskar dan Emma berbarengan sambil membelalakan matanya, seakan tidak percaya. Mereka benar-benar sangat terkejut dengan rencana nona mudanya itu.

Brenda yang melihat dua orang didepannya itu terkejut malah tertawa, "Hey, kalian kompak sekali kagetnya." Brenda terus tertawa sambil terus mengunyah sarapannya.

"Nona, apa nona serius dengan ide gila itu?" tanya Emma sambil terus meremas serbet ditangannya.

Tanpa menatap Emma, Brenda menjawab, " Aku sangat yakin Emma. Aku rasa ini cara satu-satunya."

"Memangnya tidak ada ide lain?" kali ini Oskar yang berbicara. Brenda sedang sarapan bersama dengan Oskar dan Emma di meja makan rumahnya.

Brenda menatap Oskar, "Sebenarnya ada, mungkin aku bisa menggodanya? Tapi aku tidak akan melakukannya."

"Bukannya lebih baik anda menggodanya saja, nona?" tanya Emma sambil tersenyum tipis.

Brenda memanyunkan bibirnya, "Oh, come on Emma. Aku tidak akan berbuat serendah itu. Lagian aku malas menggoda om-om tua itu."

"Tapi banyak wanita yang jatuh kedalam pelukannya, nona. Lagi pula umurnya baru tiga puluh tahun." ucap Oskar terkekeh.

"Ya, ya, ya,, semua wanita tapi bukan aku, Oskar." ucap Brenda dengan cuek.

"Jadi mulai kapan kita menjalankan rencana kita?" tanya Oskar.

"Hemm, secepatnya. Sebelum tuan muda terhormat itu datang kemari."

****************************

Previous Page of 4Next Page

Comments & Reviews (9)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Media

Part 2

Who's Reading

Recommended