Previous Page of 472Next Page

Kemelut Di Ujung Ruyung Emas

spinner.gif

Kemelut Di Ujung Ruyung Emas  

(Mi Jian Shen Xing)  

  

Jilid 1  

Benteng Thian-seng-po adalah benteng terbesar di dunia  persilatan dewasa ini, bangunannya kukuh dan luas, boleh  dibilang jarang ada dalam sejarah dunia persilatan. Benteng  tersebut merupakan tempat yang misterius pula bagi  pandangan orang-orang persilatan, banyak cerita tentang  kemisteriusannya, tapi tak sebuah cerita pun yang dapat  menunjukkkan sebab dari kemisteriusannya itu. Pemilik  benteng Thian-seng-po bernama Thian-kang-te-sat-senggwat-  kiam (pedang rembulan dan bintang) Oh Kay-gak, dia  adalah seorang jago tangguh dunia persilatan yang terkenal  berbudi luhur, nama besarnya temashur sampai keseluruh  wilayah utara dan selatan sungai (Yangtze) dan ke luar  perbatasan, dari semua ini dapat diketahui bahwa dia memang  disegani banyak orang.  

Sejak mendirikan benteng Thian-seng-po empat puluh  tahun yang lalu, Thian-kang-te-sat-seng-gwat-kiam Oh Kaygak  selalu memimpin dunia persilatan, setiap orang akan  acungkan jari jempol dan memuji tiada habisnya bila  menyinggung nama besarnya.  

Apabila di antara kalangan Hek-to atau Pek-to, kalangan  lurus atau pun golongan jahat menghadapi persoalan yang  pelik atau perselisihan yang tak terselesaikan, asal Oh Kay-gak  tampil ke muka, maka urusan macam apa pun akan beres  dengan sendirinya. Dalam menghadapi pelbagai masalah dan  pertikaian, bukan saja ia selalu menunjukkan kebesaran  jiwanya, kelembutan hatinya, iapun jujur, bijaksana dan adil,  tak pernah berat sebelah atau condong pada salah satu pihak,  hal ini membuat banyak orang merasa kagum dan rela tunduk  pada perintahnya.  

Meskipun ada juga di antara mereka yang membandel atau  keras kepala, biasanya ia enggan menaklukkannya dengan  kekerasan, ia selalu mempergunakan kata-kata halus dan  lembut untuk menasihatinya sehingga para pembandel itu  benar-benar takluk lahir batin, tidak heran kalau nama  besarnya kian cemerlang, kedudukannya dalam dunia  persilatanpun makin mantap, banyak jago persilatan takluk  dan kagum kepadanya, bahkan secara sukarela mohon  menjadi anggota Thian-seng-po.  

Tapi, menghadapi kawanan jago yang secara sukarela ingin  bergabung dengan Thian-seng-po ini, Seng-gwat-kiam Oh  Kay-gak selalu mengadakaa seleksi yang ketat, malah lebih  ketat daripada seorang guru yang mencari murid.  

Barang siapa ingin menjadi anggota Thian-seng-po,  syaratnya harus hidup tiga tahun di luar lingkungan benteng  sebagai percobaan. Bila kemudian ia lulus dari masa  percobaan tersebut, serta merta orang itupun akan diundang  masuk ke Thian-seng-po.  

Habis itu para jago yang mujur itu pun segera lenyap dari  dunia persilatan dan tak pernah diketahui lagi jejaknya.  

Apa yang dilakukan orang-orang itu di dalam Thian-sengpo?  Masih hidupkah mereka atau mati? Tak ada yang tahu,  bahkan mereka yang berkedudukan tinggi di dalam Thianseng-  po juga tak tahu, tentu saja kecuali Oh Kay-gak sendiri.  

Andaikata ada di antara mereka yang kemudian melakukan  perjalanan dalam dunia persilatan mengikuti anggota benteng  lainnya maka orang itu seolah-olah telah berubah menjadi  seorang yang lain, jangankan teman akrab, sanak keluarga  sendiri pun tak dikenal lagi.  

Inilah salah satu contoh di antara beratus-ratus masalah  misterius lainnya yang terdapat di dalam Thian-seng-po.  

Otomatis kemisteriusan itu membuat rasa curiga para jago  persilatan hingga jauh melebihi rasa kagum dan hormatnya.  

Tentu saja ada pula kawanan jago yang diam-diam  menyusup ke dalam benteng pada waktu malam untuk  menyelidiki kemisteriusan benteng itu, tapi tak seorang pun di  antara mereka yang bisa keluar lagi dari situ, kendatipun baik  malam atau siang hari tak pernah benteng itu dijaga orang.  

Previous Page of 472Next Page

Comments & Reviews (2)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended