Previous Page of 4Next Page

Selingkuh

spinner.gif

Sore itu teman-teman kantor yang lain sudah pulang. Akupun sedang mempersiapkan diri untuk pulang juga ketika terdengar ketukan di pintu ruanganku dan kemudian disusul munculnya raut wajah cantik begitu pintu dibuka dari luar.

"Halo sayang" sapanya hangat dan mesra.

"Belum pulang?" lanjutnya sambil melangkah masuk dan berdiri persis di samping tempatku duduk di belakang meja kerja.

"Sebentar lagi. Ini lagi beres-beres" jawabku balas tersenyum.

Terus terang kehadiran Ratna, salah seorang staf di divisi yang kupimpin, sering membuatku gelisah, khawatir sekaligus bahagia. Mengapa tidak? Ia seorang wanita berparas cantik. Tubuhnya langsing namun padat berisi. Masih cukup muda, berusia antara 25-30 tahun. Ia mengigatkanku pada seorang bintang sinetron cantik jelita dan seksi Diah Permatasari. Selain itu, ia orangnya ramah, baik hati dan menyenangkan siapa saja yang diajaknya bicara. Selain itu, ia sangat perhatian sekali padaku bahkan cenderung terlalu mesra. Kesannya, hubungan kami tidak seperti boss dan anak buahnya. Kami sering bercanda penuh kemesraan, tentunya pada saat tidak ada karyawan lain di antara kami. Bila di tengah karyawan lain, kami nampak seperti boss dan anak buah layaknya.

Hubungan kami hari demi hari semakin bertambah mesra. Yang pada awalnya hanya saling lirik dan senyum, kini sudah mulai meningkat menjadi saling remas walaupun hanya sebatas remasan tangan. Namun itu sudah menunjukkan bahwa dirinya menyukaiku. Rasa rindu untuk cepat bertemu mulai mengganggu pikiranku, demikian pula dengan dirinya.

"Ih, pengen cepet-cepet ke kantor deh rasanya" demikian kata Ratna suatu ketika saat pertama kali aku mencoba memberanikan diri untuk mengecup pipinya, saking tak tahannya manakala kami tengah berduaan. Itupun mencuri-curi, takut ada karyawan lain yang melihat

Ia hanya tersenyum jengah saat itu. Wajahnya menunduk malu sambil melirik mesra ke arahku. Kalau saja saat itu ruangan kosong, mungkin aku sudah mengecup bibirnya. Aku yakin ia pun mengharapkan hal yang sama. Namun kemesraan kami nampaknya akan menghadapi permasalahan besar dan tak mungkin meningkat lebih intim lagi, atau bahkan tidak dapat berlanjut sama sekali. Pasalnya, aku sudah berkeluarga, memiliki anak-istri. Demikian pula dengan dirinya, tidak jauh berbeda denganku. Hanya saja ia belum memiliki anak. Kami sadar dengan keadaan ini, namun kelihatannya seperti tidak peduli. Inilah yang membuatku gelisah, serba susah. Aku tidak mau kehilangannya. Celaka, jangan-jangan aku sudah jatuh cinta padanya. Ini tidak benar Jerit hatiku meski tidak yakin apakah itu benar-benar suara hatiku yang sebenarnya?

Kembali sore itu ia hadir dengan gayanya yang akan membuat lelaki manapun merasa sulit untuk menolaknya.

"Kok malah bengong? Nggak suka ya, Nana kemari?" katanya dengan menyebutkan nama panggilan mesranya.

Ucapan yang meluncur dari bibirnya yang menggemaskan itu, terdengar begitu menyejukan hatiku. Mana mungkin aku bisa melupakannya? Siapa pula yang bisa menahan diri saat wanita cantik, bertubuh sintal yang menyebarkan aroma penuh dengan rangsangan berdiri begitu dekat dengannya? Bahkan saking dekatnya aku dapat merasakan kakinya bersentuhan dengan pahaku. Dari kursi tempat dudukku, aku menengadah menatap wajahnya. Ia pun tengah melirik ke arahku. Mata kami bertemu. Saling pandang penuh arti. Kulihat matanya berbinar-binarnya, menyembunyikan perasaan yang begitu mendalam. Hangat dan mesra sekali pancaran tatapan matanya. Penuh gairah. Aku bukan malaikat. Aku hanya seorang lelaki biasa, yang masih penuh dengan gelora jiwa mudaku. Usiaku masih di bawah 40 tahun. Usia yang sedang matang-matangnya dan penuh dengan gejolak gairah lelaki.

"Bukan begitu, sayang. Siapa sih yang tak mau berdekatan sama wanita secantik kamu?" jawabku seraya meraih tangannya ke dalam genggamanku. Kuremas perlahan dengan penuh kelembutan.

"Tuh khan? Mulai deh rayuan gombalnya" ujarnya seraya makin memepetkan dirinya ke tempat dudukku. Kurasakan pahanya bergeseran dengan pangkal lenganku.

Previous Page of 4Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended