Previous Page of 2Next Page

The Moonlight // h.s. | read the last part pls

spinner.gif

UPDATED! TEEHEE

@Annisapudi / @zaynszap_

http://maliksstarwhore.tumblr.com 

http://d-for-devil.tumblr.com

:D

~~~

Harry's POV

"Harry, ada yang mencarimu"

Gemma muncul dari balik pintu. Aku langsung bangkit dan menumpu tubuhku pada siku. Aku mengerutkan keningku saat melihat Gemma tersenyum penuh arti padaku.

"Mencariku?" 

"Aha"

Gemma menghampiriku. Aku mengusap kedua mataku. Tidur selama berjam-jam setelah kejadian itu membuat otakku terasa lebih ringan dari sebelumnya. Padahal kupikir aku tidak bisa tidur, tapi mungkin karena rasa lelah yang menghampiriku.

"She's beautiful"

Aku semakin mengerutkan keningku dan melebarkan mataku. Gemma juga mengerutkan kening melihat ekspresiku. Perempuan? Seorang perempuan mencariku?

"She?" 

"Yeah" 

"What's her name?"

Gemma mengarahkan tatapannya ke pangkuannya sambil mengetukkan ibu jarinya ke kening. Aku memutar bola mataku melihat kelakuannya.

"Shit, I forgot, but I really am sure her initial is R"

R? Siapa? Aku baru datang lagi ke sini setelah 2 tahun pergi dan tiba-tiba orang berinisial R mencariku. Datang ke rumahku. Untuk apa? Aku mengubah posisiku menjadi duduk kali ini.

"R?" 

"Yeah. I think she's your fan. She really fancies you, it's so obvious"

She fancies me? Who is she? Inisial R dan dia menyukaiku. Aku kembali merebahkan badanku dan menatap atap kamar sambil berpikir siapa dia. R? Ra. Ri. Ru. Ro. Re- Dan tiba-tiba kenyataan menghantamku.

"SHIT! CHAMBER!"

Aku langsung bangkit dan memakai jeansku melihat aku baru sadar ternyata aku hanya memakai boxer. Aku membuka lemari bajuku dan mengambil kaus warna hitam dengan asal.

"Who's Chamber? Is she Chamber? Do you know her?"

Aku berlari ke sana kemari memikirkan apa yang harus aku lakukan. Aku menatap Gemma yang bingung melihatku. Gemma tidak tau siapa Chamber? Tidak mungkin. Gemma sering mendapati Chamber berdiri di depan pintu rumah.

"Gemma, kau tau siapa dia!" 

"Chamber? Oh, shit! Is she Rennese?" 

"Of course! Now, what am I supposed to do? Why is she here?" 

"But, I didn't recognise her. She looks so different"

Kenapa dia di sini? Bagaimana dia tau kalau rumahku di sini? Bagaimana? Bagaimana? Dan bagaimana? Aku terus berjalan menyusuri sisi demi sisi kamarku sampai akhirnya lagi-lagi kenyataan menghantamku.

Aku meraih ponselku dan mencari kontak. Niall. Satu nama itu yang pasti tau apa yang terjadi.

"Hello?"

Suara yang terdengar bersalah terdengar dari seberang sana. Gemma menatapku dengan kerut menghiasi keningnya.

"Why is she here? Kenapa dia tau di mana rumahku? Now she's standing in front of my house waiting for me to greet her with wide smile, when I'm freaking out inside my room because Gemma told me that she's out there!"

Aku mengarahkan tangan kiriku ke rambutku yang sudah tidak menuju ke segala arah dan tanganku meremasnya kuat. Gemma menuju jendela kamarku untuk mengintip apa dia masih berdiri di sana. Of course! Aku sudah berpengalaman dengannya, dan aku tau pasti kalau dia pasti masih berdiri di sana menungguku.

"I really am sorry, Harry. She forced me. Nina told her" 

"Kenapa kau-" 

"Kau tau? Rennese Isabella Chamber, she'll get what she wants. Dan dia ingin ke Cheshire, menemuimu" 

"Argh!"

Aku menuju jendelaku melihatnya yang, waw, memang terlihat sangat berbeda. Rambut coklatnya terlihat lebih gelap hampir terlihat seperti hitam. Entah apa yang dia lakukan pada dirinya, tapi dia memang benar-benar terlihat berbeda.

"You better face her"

Gemma menepuk pundakku. Dia benar. Aku memang lebih baik menemuinya daripada Mom tau dia di sana. Itu akan berakhir tidak baik. Aku akhirnya memutuskan hubungan teleponku dengan Niall dan menemuinya. Aku menarik dan menghembuskan nafas berat sebelum membuka pintu dan melihatnya.

"Hai, Harry"

Renne meloncat-loncat senang di tempatnya dan bersiap untuk memelukku. Aku langsung memeluknya. She gasped. Aku tau dia kaget karena aku memeluknya.

"You know, it's my holiday, I just don't wanna make it worse and I know you too. So tell me what you want?"

Aku melepaskan pelukanku. Aku memberikannya wajah tanpa ekspresi dan dia memberikanku wajah penuh senyum. Ya, aku tau kenapa. Ini pertama kali dan mungkin terakhir kali aku memeluknya. Aku hanya tidak ingin membuat semuanya semakin kacau.

"I wanna spend my holiday with you" 

"Look and listen. Aku harus menyelesaikan masalahku dan aku ke sini bukan untuk berlibur sepenuhnya. Aku tidak berpikir kedatanganmu di sini membuat semuanya lebih baik"

Previous Page of 2Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Ciara Tuckeras Emoone Aradia
Harry Stylesas himself
Niall Horanas himself
Rosie Tupperas Shane Millie
Candice Swanepoelas Lasuna Voluree
Indiana Evansas Rennese Chamber
Zayn Malikas himself

Who's Reading

Recommended