Halaman sebelumnya of 11Halaman selanjutnya

BABY LOVE

spinner.gif

Maaf banget yah aku baru bisa ngepost sekarang. soalnya idenya tiba - tiba entah hilang kemana. Akhirnya setelah lama bertapa di gunung Kawi ( emang mau cari pesugihan ) aku balik lagi dengan cerbung Baby Love ini. Banyak tipo? jelas. soanya nggak sempet ngedit. 

so maklumin aja yah^^

oke langsung aja. Happy reading :)

”Jauhkan tangan kotormu dari tubuh isteriku!”

Daniel langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati seorang laki – laki dewasa berdiri tegap tepat di belakangnya. Siapa laki – laki ini? Apa maksud ucapannya tadi? Isteriku? Jangan bilang Kimi adalah isterinya...

            “ Benar. Kimi adalah isteriku,” tukas Kalva datar seolah bisa membaca pikiran Daniel, membuat laki – laki itu terkejut dibuatnya. Tidak! Tidak mungkin orang yang ada di hadapannya ini adalah suami Kimi. Seolah tidak percaya ucapan Kalva, Daniel mendengus geli mendengarnya. Dia tidak pernah mendengar  dan melihat Kimi menikah dengan laki – laki ini. Kalaupun Kimi menikah, tentu saja gadis itu akan memberitahunya. Daniel tidak bodoh, dia tidak akan begitu  saja percaya dengan setiap ucapan yang keluar dari mulut laki – laki ini, kecuali Kimi sendiri yang berbicara.

            “Jangan bercanda, Om. Saya sangat kenal dengan Kimi, kalau pun dia menikah, tentunya dia akan memberitahu saya,” ucap Daniel tak kalah dingin.

Kalva tersenyum sinis mendengarnya. Ternyata dia punya saingan rupanya. Bahkan laki – laki di hadapannya ini tidak percaya bahwa Kimi adalah isterinya. Well, sepertinya dia harus menunjukkan bukti konkrit agar remaja di depannya ini percaya padanya.

            “Kamu lihat cincin ini?” Kalva menunjukkan cincin dari bahan platinum yang melingkar di jari manisnya. Daniel tidak menjawab, dia hanya diam dan melirik sekilas cincin yang melingkar di jari Kalva. Dia tidak peduli dengan cincin itu. Hal itu tidak akan bisa membuatnya percaya, dia juga bisa mengaku – ngaku kalau cincin yang dikenakannya sekarang adalah cincin pertunangannya dengan Kimi. Namun tiba – tiba pandangan terhenti saat melihat cincin yang sama yang dipakai oleh Kimi. Tubuhnya menegang melihat cincin tersebut.

            Kalva tersenyum sinis melihat raut wajah Daniel yang berubah tegang, sepertinya remaja itu sudah melihat cincin yang dikenakan Kimi tanpa Kalva beritahu sebelumnya.

            “Masih tidak percaya? Apa perlu aku menunjukkan surat nikah padamu sebagai bukti, hah?” Kalva berkata dingin seolah menantang Daniel.

Daniel bangkit dari duduknya, berdiri tegap menatap Kalva tajam. Sial! Dia ingin tidak percaya akan semua ini. Tapi bukti di depannya sudah terlihat jelas. Namun dirinya masih belum puas, dia ingin Kimi sendirilah yang memberitahunya tentang kabar pernikahannya itu.

            “Kalau sudah jelas, silahkan menuju pintu keluar,” Kalva menunjukkan pintu kamar tersebut dengan isyarat tubuhnya. Daniel meremas kedua tangannya hingga buku buku jarinya memutih, berusaha menahan amarahnya. Dia tidak takut dengan laki – laki ini  walaupun secara fisik Daniel masih kalah dibandingan tubuh Kalva yang tegap dan sempurna. Mana mungkin Kimi mau menikah dengan laki – laki dingin seperti dirinya, pasti laki – laki ini berbohong padanya. Mereka belum menikah, mungkin hanya tunangan. Untuk itu, Daniel harus bergerak cepat. Dia harus merebut Kimi dari laki – laki kasar di hadapannya ini.

            “Lihat saja, saya akan merebut Kimi dari tangan anda, Om” ucap Daniel penuh penekanan. Dia langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut sebelum amarahnya meledak. Dan Daniel tidak ingin itu terjadi.

Kalva mendengus pelan setelah Daniel menghilang di balik pintu, laki – laki itu hanya geleng – geleng kepala. Apa katanya tadi? Merebut Kimi darinya? Memang dia bisa melakukan hal itu? Dia ragu akan hal itu.

            Kalva melangkah mendekati ranjang dimana Kimi sedang terbaring lemah. Dia menarik kursi di sebelah Kimi lalu duduk. Laki – laki itu memandangi wajah Kimi yang terlihat sangat pucat. Mata indah itu sekarang sedang tertutup. Yang terdengar hanya napasnya yang sangat lemah.  Kalva menghela napas pelan. Rasa bersalah kembali menghinggapi dirinya. Dia merasa telah gagal menjaga Kimi. Seharusnya dirinya tidak perlu sekasar itu pada Kimi. Tapi Kalva takut. Hanya satu – satunya cara itu lah yang membuatnya terus bertahan sampai sekarang. Topeng dingin yang selalu dikenakannya. Dan sekarang? Haruskah dia melepaskan topeng itu di hadapan Kimi? Seperti yang sering dia lakukan pada Helena.

Halaman sebelumnya of 11Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (96)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Media

Part 8 : FIRST KISS

Pemain

Shannon Williamas Kimi
Dennis Ohas Kalva
Ethan Peckas Daniel

Siapa yang Membaca

Disarankan