Previous Page of 255Next Page

My Idol is My Boyfriend, My Boyfriend is My Idol [Fanfiction : Niall Love Story]

spinner.gif

My Idol is My Boyfriend, My Boyfriend is My Idol

 

 

Siang yang panas ini membuatku bermalas-malasan masuk kedalam mobil jemputan. Rasanya setelah keluar kelas ingin sekali langsung sampai di depan pintu rumah, tapi itu sangat mustahil karena kantong doraemon tak ada di dunia nyata. Sudah 3 tahun aku di antar jemput oleh supir pribadi papahku yang disewa papa untuk aku di sini yap di London, dari kelas 1 SMA sampai kelas 3 ini aku belum diizinkan untuk membawa mobil sendiri. Kapan aku punya pacar, kapan aku di antar jemput oleh pacarku? Apa aku terlalu memilih? Apa aku terlalu terobsesi dengan sesuatu?

Oke postur tubuh aku langsing, wajah ya bisa dibilang cantik, karena cukup banyak orang yang bilang aku cantik, otak lumayan cerdas deh meskipun sedikit lemot. Tapi kenapa aku belum punya pacar? Apa aku terlalu terobsesi untuk bertemu dengan idolaku yaitu One Direction jadi aku tidak terlalu memikirkan tentang pacar. Ya aku penggemar berat One Direction aku Directioners, One Direction adalah salah satu boyband ternama dan begitu terkenal diseluruh penjuru dunia. Entah mengapa awalnya orang-orang Inggris sangat terobsesi dengan mereka, dulu meskipun aku tinggal di Inggris aku tidak mengetahui siapa mereka. Tapi setelah aku mendengarkan lagu-lagunya dan juga membaca all about 1D aku jadi sangat suka suara mereka sangatlah berkualitas, mereka memiliki ciri khas suara masing-masing. Mereka unik khususnya Niall Horan, aku sangat suka padanya aku jatuh cinta yang berbeda padanya, kadang aku suka bermimpi jika aku menjadi pacar seorang Niall Horan, oke just a dream.

“Non langsung pulang?” tanya supir yang duduk di belakang kemudi yang memiliki nama pak Roni ini belum memajukan mobilnya sama sekali karena menunggu perintahku.

Aku memutar balikan otak, buat apa aku langsung pulang jika dirumah tidak ada kerjaan yang membuatku bosan. Ah gimana kalau pergi mencari makan ke Nandos, itukan tempat makan favoritnya Niall, salah satu member One Direction yang aku sukai. Aku pernah sempat beberapa kali nonton Live konser mereka, tapi aku tak pernah berkontak mata langsung dengan mereka, atau bahkan tiap nonton Live konser aku selalu kebagian di belakang karena kau selalu kebagian tiket saat tiket hampir habis. Niall blue eyes, blonde hair dan suaranya yang begitu indah, aku sangat mengidolakanya, dan aku berharap suatu saat aku bisa bertemu langsung denganya.

“Ke Nandos aja pak, aku mau makan” jawabku pada pak Roni.

“Engga bosan apa non tiap hari ke Nandos?” tanya pak Roni tiba-tiba membuatku menjadi berfikir.

Benar juga, sudah berminggu-minggu tiap pulang sekolah aku pasti ke Nandos, dan tiap kesana aku sedang tidak lucky, aku tidak bertemu 1D khususnya Niall disana. Mungkin lain kali.

“Biarin deh pak yuk” ucapku pada pak Roni.

“Baik non” ucap pak Roni menurut dan dengan cepat pak Roni menyalakan mesin mobil dan menjalankan mobilnya.

Hari ini aku sedang unmood, dengan seharian belajar yang bikin aku badmood, Matematika, Fisika, Kimia ah aku pusing memikirkan semua itu lebih baik aku jalan-jalan dan membeli makanan. Mamah Papahku tidak disini, mereka berada di Indonesia, mereka sedang melakukan sebuah bisnis yang besar, mereka orang sibuk. Aku tinggal dirumah bersama tante, om juga Carisa, dia anak tante dan om ku juga beberapa pembantu dan supir, tante adalah adik mamah makanya aku dititipkan disini karena aku malas kalau harus ikut pindah.

 

Akhirnya sampai di depan Nandos, aku pun turun dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu masuk Nandos, tapi sebelum aku berjalan lebih dekat dengan Nandos pak Roni memanggilku dari belakang.

“Non, non tunggu” ucap pak Roni berlari kecil ke arahku.

Aku membalikkan badan “Ya ada apa pak?” tanyaku heran.

“Maaf non bapak disuruh nganter non Carisa katanya dia mau kerumah temenya” ucap pak Roni.

Carisa nyebelin banget sih, engga tau orang lagi badmood apa. Carisa ini anak tante dan om ku, dia sama sepertiku anak semata wayang makanya kita berdua sedikit manja dan tak bisa disangkal walaupun kita bersaudara kita suka bahkan sering bertengkar. Carisa sering menertawakanku jika aku menambah poster Niall atau poster One Direction di kamarku dan dia menertawakanku karena aku terlalu tergila-gila dengan Niall. Dia bilang ‘Kamu ingin jadi pacarnya Niall Horan? Jangan ngimpi deh, dia begitu tenar engga mungkin juga dia mau sama kamu, lagian ngapain jadi fans fanatik coba’ dia selalu menganggap aku gila bila aku sedang berbicara dengan poster Niall, atau aku sedang menciumin posternya. Huh emang sedikit aneh tapi aku CINTA pada NIALL HORAN.

Previous Page of 255Next Page

Comments & Reviews (98)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Niall Horanas Himself
Zayn Malikas Himself
Harry Stylesas Himself
Liam Payneas Himself
Louis Tomlinsonas Himself
Emily Ruddas Diajeng Ayesa

Who's Reading

Recommended