Author : Nunnarhea aka Sha
Genre : Romance, Friendship
Cast : Lee Kiseop
Park Yurin
Support Cast : Member U-Kiss, Han Haera
Rating : PG 13
Disclaimer : No plagiatsm..this story is mine. Don’t bashing and be silent readers, ok ok.
***
Hari ini adalah hari yang paling kiseop tunggu-tunggu, pasalnya sang pacar, park yurin akan datang berkunjung. Kiseop senang sekali, soalnya sesuatu yang sangat langka yurin mau susah-susah datang mengunjunginya ke seoul. Yurin kan adalah tipikal wanita yang tidak akan mau pergi kemana-mana jika pekerjaannya belum selesai. Ia adalah wanita yang sibuk. Makanya kiseop merasa ajaib sekali dengan kekasihnya tersebut.
Yurin dan kiseop menjalani hubungan jarak jauh. Yurin dibusan sedangkan kiseop diseoul. Jadi selama 1 tahun berpacaran mereka lebih banyak berkomunikasi lewat telepon atau chatting ketimbang bertatap muka secara langsung. Bagi seorang member boyband u-kiss seperti kiseop dan asdos seperti yurin *saiia tidak tahu apakah dikorea juga ada asdos*, menjalani hubungan seperti ini sudahlah lebih dari cukup. Dalam 1 tahun bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka dapat bertemu.
Dan 1 tahun kebersamaan mereka adalah sebuah keajaiban. Biasanya ada saja obrolan mereka ditelepon atau pun di chatting yang berujung pada pertengkaran. Biasanya yang memulai semua ini adalah kiseop. Tingkahnya sangat kekanak-kanakkan. Ia tidak mau mengalah dan sangat egois, sampai pada akhirnya yurin lah yang bersikap dewasa. Ia mau mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu pada kiseop, padahal kesalahan bukanlah sepenuhnya ia lakukan. Coba kiseop mengerti sedikit, bahwa yeojachingunya itu sangat mencintainya. Tapi, dibalik semua itu mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang klop bukan? Kiseop yang manja dan yurin yang dewasa sangat cocok sekali bukan? *timpuk author*
“Jagi, kau sudah sampai dimana sekarang?” ujar kiseop yang sedang menelepon yurin. Ia sudah sangat tidak sabar menanti kedatangan kekasihnya tersebut.
“…”
“Mwo? Masih dikampus? Kau ngapain aja dari tadi sih jagiya? Katanya kau mau datang, tapi mana? Sekarang sudah jam ½ 12 siang dan kau masih dikampusmu? Mau mengerjaiku ya?” bentak kiseop kesal.
“…”
“Akh, masa bodoh! Pokoknya kau ini penipu! Aku benci padamu! Kita PUTUS saja park yurin! Annyeong!”
tuuttuuuuuuutttt…
Kiseop yang kesal membanting ponselnya kedinding hingga hancur berkeping-keping *lebay*, setelah itu ia pun mengamuk. Kiseop sepertinya tidak sadar saat mengucapkan kata putus tadi. Ia tidak mengetahui kalau ucapannya kali ini benar-benar akan berakibat fatal.
“Park yurin pabo! Ia menghancurkan segala sesuatu yang sudah kupersiapkan. Kukira ia serius dengan ucapannya tadi malam, ternyata cuma omong kosong belaka!”
Kiseop yang masih dikuasai amarah seperti keiblisan (?) langsung melempar barang-barang yang ada disekitarnya. Jika ada bantal ia lempar, jika ada lampu ia lempar, nah jika ada televisi dia agak bingung melemparnya.
Apakah tidak sekalian melempar sofa saja? Batinnya.
“Kenapa aku jadi gila seperti ini sih?”
Kiseop yang sadar telah melakukan sesuatu yang bodoh, segera menghentikan aksinya melempar-lempar (=.=”). Setelah itu membaringkan tubuhnya yang lelah ke atas sofa.
“Kamu sih jagi, huft. Batal deh acara makan-makan kita.” ucap kiseop sedih. Ia sepertinya frrustrasi memikirkan tentang semua ini, ia berharap banyak dengan acara yang sudah dipersiapkannya sedari malam. Ia membersihkan apartement, menata ruangan sampai memasak makan siang segala. Semua ia lakukan demi yeojachingunya yang akan datang (tadinya).
Add to your private library
PerpustakaankuAdd this story to your public reading lists