Previous Page of 7Next Page

Sweet Enemy - Grey Morning [ colorful of love ] NOVEL EDITION

spinner.gif

by Santhy Agatha

twitter : @santhy_Agustina

email : demondevile@gmail.com

blog : www.anakcantikspot.blogspot.com

Fanpage Facebook : santhy agatha

Jatuh cinta adalah ketika kau mengharapkan keberadaannya, di saat dia tiada.

 

11

 

 

Nyonya Jonathan datang menjelang pagi, dan mereka berkumpul bersama di ruang keluarga dengan tegang. Sefrina tampaknya belum bangun, lagipula ini masih jam empat pagi.

    “Ibumu?” tatapan nyonya Jonathan melembut kepada Jason, selama ini dia hanya tahu Jason adalah anak rekan bisnisnya, dia tidak pernah tahu bahwa Jason adalah anak angkat, dan kejutan terbesarnya adalah bahwa Jason adalah kakak kandung Keyna. “Sebelumnya aku ingin minta maaf kepadamu Jason… Sedikit banyak semua hal yang terjadi ini, yang membuat kau terpisah dengan keluargamu adalah karena Robert ayahmu menyelamatkan Davin dari usaha penculikan.”

    Jason memalingkan muka, tampak murung.

    “Kalau boleh saya tidak ingin membahas hal itu sekarang,” gumamnya tenang, “Tentang ibu kandung saya. Dia adalah perempuan yang tamak, sangat menyukai uang dan akan melakukan segalanya demi mendapatkan uang. Saya pikir dia pasti mendapat kabar bahwa Keyna diangkat sebagai anak dari keluarga Jonathan. Sehingga dia pikir dia bisa mengambil keuntungan darinya. Saya yakin bahwa dialah dalang dari penculikan ini.”

    Para polisi sudah bertugas berdasarkan informasi Jason ini untuk melacak keberadaan ibu kandung Jason, sehingga mansion keluarga Jonathan tampak lengang. Hanya ada beberapa polisi yang berjaga, menanti kalau-kalau lelaki misterius yang barusan menelepon Jason memutuskan untuk menelepon lagi.

    “Apakah ibumu sama sekali tidak pernah mencoba menemuimu?” tanya Nyonya Jonathan hati-hati.

    Jason tersenyum samar, “Menghubungi? Dia menjual saya demi uang, yang dia pakai untuk bersenang-senang di luar negeri. Waktu itu saya masih kecil dan tidak berdaya, tetapi setidaknya saya bersyukur karena keluarga angkat saya sangat baik.” suara Jason hilang, ada kesedihan yang pekat di matanya.

    Sementara itu Davin menatap Jason dan menyadari. Karena itulah Jason sangat membenci perempuan. Lelaki itu selalu bersikap lembut dan tenang, tetapi dia selalu menghancurkan hati perempuan manapun yang dipacarinya, semuanya pada awalnya selalu dibuai dengan kebaikan dan kelembutannya sehingga akhirnya tergila-gila, lalu kemudian Jason menghancurkannya hingga hati para perempuan itu patah berkeping-keping. Davin bisa memahami perasaan Jason, memiliki ibu kandung sekejam itu memang menyakitkan, Davin tidak bisa membayangkan kalau dialah yang dijual oleh ibunya sendiri.

    Dan ternyata Jason adalah kakak kandung Keyna, seperti yang dikatakannya tadi. Informasi itu sudah diterimanya sejak tadi tetapi baru bisa dicernanya sekarang. Diliriknya Jason, dan menyadari ada kemiripan yang tak kentara diantara Jason dan Keyna, tiba-tiba hati Davin terasa sakit. Selama ini dia yang memposisikan diri sebagai kakak Keyna dan menikmatinya. Sekarang seolah-olah posisi itu direnggut oleh orang yang benar-benar berhak dan dia kemudian dilempar begitu saja.

    Rasa mencengkeram yang menyesakkan dada ini… Apakah dia cemburu?

♠♠♠

Petugas polisi kembali dengan membawa kabar gembira, mereka telah berhasil melacak sebuah rumah yang disewa atas nama Sophia, ibu kandung Jason. Mereka sudah mengirimkan tim pengintai untuk mengawasi aktivitas rumah itu. Rumah itu adalah rumah sederhana yang terletak di ujung jalan, jauh dari tetangga, saat ini kondisi rumah itu sepi, dan sepertinya tidak ada kegiatan yang mencurigakan. Orang-orang nampaknya berada di dalam rumah. Dari hasil pengintaian, seorang lelaki tampak keluar masuk di pintu untuk merokok. Dan Sophia dipastikan ada di dalam rumah itu, dia terlihat dari jendela sedang menikmati sarapan yang sedang dihidangkan oleh pegawainya. Sepertinya hanya ada tiga orang di dalam rumah itu.

Jason mengernyitkan kening ketika mendengar semua informasi itu, “Anda harus menyergap ke dalam rumah itu, saya yakin Keyna ada di sana.”

Petugas polisi itu menatap Jason dengan pandangan ragu, dia tentu saja tidak mau menyerbu dengan gegabah dan pada akhirnya menyerang orang yang tidak bersalah,  “Bagaimana anda bisa yakin?” tanyanya.

Previous Page of 7Next Page

Comments & Reviews (6)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended