Previous Page of 3Next Page

Sang Pangeran

spinner.gif

buku yang aku lihat di pengorbanan cinta 1 itu benar-benar menakjubkan yang isinya  adalah cinta dan cinta. beribu-ribu pengorbanan untuk sang wanita tercinta tertulis di ayat itu. 

aku pun mempraktekannya kepada teman wanita ku yang cantik. dia bernama Shinta. aku menuliskan puisi untuknya dan bahkan puisi yang benar-benar dari dalam hatiku sendiri.

aku terkadang memunculkan wajahku yang bertopeng seperti pangeran bertopeng di film sailor moon. dia pernah melihat wajahku sekali saja saat itu dan dia merasa sangat penasaran. dia berhasil memergokiku karena aku sedang kabur dari sergapan anjingnya

disaat-saat yang tepat tanpa ku beri nama aku pun langsung mengirimkan surat cintanya. surat cinta berwarna pink karena dia sangat menyukai warna pink. aku pun selalu mengirimkan puisi itu ketika dia pulang dari sekolah

oh cinta

dimanakah kau berada

aku ingin sekali bertemu denganmu

ayolah kemarilah padaku

Tom membaca dan mengatakan "wah bagus sekali bro ini yang aku inginkan"

Aku: lalu bagaimana dengan denganmu bro

Tom: ini aku sedang mengirimkan bunga kepada si dia dan besok aku bisa ketemuan dengan dia

pilihkan warna dong bro

Aku: wah dengan senang hati, oke untuk warna silahkan dipilih

1. Merah: melambangkan romantis
2. Kuning: melambangkan persahabatan
3. Putih: melambangkan penghormatan
4. Peach: melambangkan tanda terima kasih
5. Merah muda: melambangkan penghargaan
6. Oranye: melambangkan api semangat
7. Ungu: melambangkan cinta pada pandangan pertama

wah aku pilih yang merah aja kawan, sip lets move

Tom: tunggu sebentar, besok adalah ulang tahun Shinta bukan...??

Aku: apa, kenapa kau tidak bilang...??

Tom: segeralah kasih kado buat dia....??

Aku: okey

pagi yang dinantikan pun tiba, burung-burung sedang bernyanyi dan mengiringi langkahku untuk menuju ke tempat temanku. ternyata temanku pun sedang asyik-asyiknya berdandan di depan cermin. imajinasi temanku pun berkata:

Tom: siapa yang paling tampan di dunia ini...?

Cermin: akulah yang paling tampan...

Tom: GR banget lu, lalu siapa yang paling tampan nomer dua...?

Cermin: orang yang mengetuk pintu itu

dukk dukk dukk dukk dukk dukk

Tom: siapa sih dia...?. mengetuk pintu kayak razia waria. lihat saja.

Ken: browwww

Tom: iya bentar......

Tom yang sedang berdandan di depan cermin sepertinya sudah tak bisa lagi diganggu bahkan setan pun memilih untuk menggoda orang lain daripada harus menggoda Tom yang sudah terlanjur di depan kaca. Tom pun membuka pintunya

Tom: owh ternyata kau Ken...? sedang apa kau disini

Aku: aku sedang mencari pemilik sepatu kaca ini

Tom: kalau begitu kita harus segera berangkat jenderal, siapkan kuda

Aku: adanya bajai bro atau sepeda butut loe itu

Tom: nyangap meja @##

perjalanan pun dilakukan dan saatnya ke TKP, si cewek. 

Cewek: ah asiknya akhirnya aku bisa kencan dan melampiaskan diriku pada mantan cowokku, biar dia cemburu dan tahu rasa. hihihihihihi

bel pun berbunyi tingtung nyil unyil unyil usro, nyil unyil unyil usro

si cewek membukakan pintu dan ternyata si cewek yang didatangi Tom itu sangatlah cantik, aku pun cemburu dengan Tom, aku ingin marah serasa seperti di film rambo 4 yang ingin membabat habis musuh-musuhnya. 

drettt det det det det det det det det det

bwahhhhkkkkkkk

ayo bro, kita harus segera berangkat, karena sang cewek sedang menunggu kita

Tom: kita...?? gue kali, hahahaha

saat itulah emosiku pun meledak dan aku pun menekan tombol ranjaunya. duarrrrr

akhhhhhh (Tom)

tombol yang ku tekan itu bukanlah tombol ranjau ternyata hanyalah bel tingtung nyil unyil unyil usro nyil unyil unyil usro. 

Tom: heh bro kenapa kau, iri ya sama gue...??

Aku: nggak kok bro. marah aja gua

Cewek: ayo sayang kita kencan, jangan hiraukan tuh orang gila

Aku: eh kalau ngomong yang bener ya

Tom: udah lu pergi aja sono, ganggu orang pacaran saja

hujan pun mengguyur tubuhku walau saat itu tidak hujan, aku pergi dari keramaian kota seperti pecundang yang kalah. aku pun pergi dan tenyata aku bertemu dengan teman cewek yang aku kirimin puisi setiap hari. 

Aku: kau disini Shinta...?

Shinta: ya, emang ada apa...?

Aku: nggak, tumben kau pulang pagi. kamu khan anak organisasi

Previous Page of 3Next Page

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended