Skenario yang Sempurna

spinner.gif

Semua berawal saat aku masih kelas 7/ smp kelas 1. Aku lg ditengah pelajaran matematika yang sangat membosankan. Lalu sebuah ide datang. Bagaimana kalau aku berpura-pura menjadi orang lain? id itu sangat briliant tapi aku belum menemukan objek yang tepat. Aku berpikir siapa yang cocok? siapa orang yang polos di kelasku? dan aku menemukan jawaban itu hari itu juga. seorang teman di sampingku berinisial k. Setelah semua yang kubutuhkan, ku dapat semua, aku memulai prolognya...

Ceritanya ada seorang anak berumuran sama dengan k bernama h. ia tinggal di luar negeri dan ingin berkenalan dengan si k. aku sebagai perantara memberikan email si h (yang sebenarnya aku sendiri) kepada k. ia sangat senang dan sering ber email an dengan si h. ngobrol doang rasanya sangat membosankan, jadi aku bikin semacam confession atau apalah itu. di email h ke k, aku mengatakan bahwa aku punya penyakit jantung dan minta maaf selama ini aku tidak pernah bilang ke k kaena takut si k tidak mau berteman dengannya. di email yang sama aku juga berkata bahwa aku sangat menyukai si k.setelah mengirim email itu, 3 hari berlalu tanpa balasan.

Di dunia nyata, disekolah aku bertanya pada k kenapa kamu tidak membalas email h. k berkata, ia sangat shock dan senang saat mengetahui h meminta maaf dan menyatakan perasaannya pada k. tapi setelah hari itu, k membalas emailnya dan menjalin status baru, LDR.

aku sangat menyukai permainan ini, walau perasaan bersalah sering timbul. aku menipu temanku sendiri untuk kesenangan tidak bermoral. jadi ku putuskan untuk berhenti. dengan "membunuh" tokoh h.

aku (sebagai h) mengirim email bahwa aku sekarat dan bla...bla...bla....kukirim email itu. lalu aku buat satu email lg dari butler si h. sang butler menulis kalau h sudah tiada. dan jangan mengirim email lg ke alamat ini.

semua berhenti di situ dan aku sangat bersyukur karena skenario ini telas selesai. aku belajar aku tidak akan pernah melakukan hal ini lagi. bukan hanya sifat yang tidak baik, tapi ketenangan jiwaku juga terganggu.

Jadi para pembaca...apakah anda juga pernah melakukan hal ini?

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended