Previous Page of 215Next Page

Gajah Mada 2

spinner.gif

Gajah Mada 

Gajah Mada 

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

ii 

Gajah Mada

 

Gajah Mada 

Gajah Mada 

iii 

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara

 

Langit Kresna Hariadi

TIGA SERANGKAI 

SOLO

iv 

Gajah Mada

 

Gajah Mada 

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara 

Langit Kresna Hariadi 

Editor: Sukini 

Desain sampul: Hapsoro Ardianto & Angga Indrawan 

Penata letak isi: T. Sholikhin 

Cetakan pertama: 2006 

Penerbit Tiga Serangkai 

Jln. Dr. Supomo 23 Solo 

Tel. 62-271-714344, Fax. 62-271-713607 

http:// www.tigaserangkai.co.id 

e-mail: tspm@tigaserangkai.co.id 

Anggota IKAPI 

Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) 

Hariadi, Langit Kresna 

Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara/Langit 

Kresna Hariadi- Cet. I - Solo 

Tiga Serangkai, 2006 

xii, 508 hlm. ; 21 cm 

ISBN 979-33-0190-2 

1. Fiksi I. Judul

¬©Hak cipta dilindungi oleh undang-undang 

All Rights reserved

Dicetak oleh PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Gajah Mada 

v

Kata Pengantar Penerbit

 

Perebutan kekuasaan dan intrik-intrik politik di tataran elite yang 

akhirnya menjebak rakyat yang tidak berdaya menjadi korban ternyata 

bukan persoalan aktual yang baru muncul sebagai persoalan manusia 

modern. Bahkan berabad yang lalu, ketika Majapahit dengan megah 

bertakhta di tanah Jawa, konspirasi politik tingkat tinggi pun telah dengan 

kompleks menjadi bagian realitas kehidupan di dalamnya. 

Makar Ra Kuti berhasil diberangus. Waktu telah berlalu sembilan 

tahun hingga luka-luka yang ditimbulkan akibat nafsu kuasa yang tak 

terkendali dari para Dharmaputra Winehsuka dapat disembuhkan dan 

kesejahteraan kawula dipulihkan. Akan tetapi, lakon Gajah Mada masih 

sangat jauh dari tuntas. Karena godaan kekuasaan yang menyebabkan 

rusaknya tatanan, sekali lagi terjadi, memupus perjalanan hidup 

Jayanegara dan kembali membenamkan Gajah Mada ke dalam arus deras 

perebutan kekuasaan atas singgasana Majapahit. 

Bagaimana sepak terjang sang kesatria Gajah Mada dalam 

menyelamatkan Majapahit dari kehancuran? Konflik-konflik macam apa 

yang mewarnai perebutan kekuasaan atas Majapahit sepeninggal 

Jayanegara? Pihak-pihak mana saja yang ikut bermain di dalamnya? 

Kembali Langit Kresna Hariadi (dengan segala kepiawaiannya) 

menuturkannya untuk Anda. 

Sebagaimana pendahulunya (Gajah Mada), Gajah Mada, Bergelut 

dalam Kemelut Takhta dan Angkara ini bukan sekadar cerita yang tumbuh

vi 

Gajah Mada

 

dan besar dari ranah imajinasi. Sebagai karya sastra, novel ini mempunyai 

kekuatan yang sangat menjebak, tidak hanya dalam arti memberi 

keasyikan imajinatif dalam menikmati, tetapi hasil dari proses membaca 

pun akan begitu mengagetkan. Novel ini berkesanggupan "memaksa" 

pembaca untuk ikut terlibat secara langsung dalam jalinan cerita di 

dalamnya, memecahkan teka-teki yang tersaji, dan membuka simpul 

misteri atas apa yang terjadi. 

Detail-detail sejarah yang diramu sedemikian apik tanpa kesan 

menggurui masih juga menjadi kekuatan dari novel ini. Gajah Mada, 

Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara yang begitu kaya perspektif 

(historis, sosiologis, antropologis), namun dituturkan dengan begitu cair 

adalah media yang sangat atraktif yang mampu membawa pembaca 

untuk berwisata dan lebur dengan zaman lampau serta menghayati 

kembali peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Majapahit. 

Jadi, meskipun novel ini dibaca tanpa pretensi untuk belajar hasil akhirnya 

akan sangat memperkaya wawasan. 

Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada Anda, yang telah 

memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap Gajah Mada, novel 

terdahulu kami, dan sangat antusias menunggu kelanjutan kisahnya. 

Kepada Andalah Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara 

ini kami persembahkan. 

.

 

Tiga Serangkai

Gajah Mada 

vii

Kata Pengantar Penulis

 

Maaf lahir seyogianya lebih karena tanggung jawab moral 

daripada karena ditodong atau terpaksa. Lebih-lebih bila dikaitkan 

dengan sikap ilmiah. Bila tak ada pelurusan pastilah akan menyesatkan 

orang yang telanjur menganggap peristiwa itu benar seperti apa yang 

tertera. Maka, bayangkanlah itu terjadi pada buku saya yang berjudul 

Gajah Mada yang ternyata sarat berlepotan kesalahan karena kecerobohan 

pengarangnya, saya, yang tidak menyelenggarakan riset dengan benar! 

Ada banyak kesalahan fatal dalam buku tersebut pembaca, saya

Previous Page of 215Next Page

Comments & Reviews (1)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended