Halaman sebelumnya of 2Halaman selanjutnya

Angel, Saranghamnida (Angel, Aku Cinta Kamu)

spinner.gif

 

Part 1

Memang benar kata orang. Dunia ini semakin lama semakin gila saja. Kelasku yang damai, kini menjadi gempar. Jeritan siswi-siswi hampir setiap hari terdengar ketika salah seorang temanku menyetel video klip sebuah boyband. Murid cewek bergerumbul untuk melihat penampilan boyband andalannya.

Pernah suatu ketika, aku bertanya kepada temanku, apa nama grup band yang video klipnya sedang diputar itu. Dan jawabannya,

”Masa sih, kamu tidak tahu Yu Rin? Ini grup band SuJu.” ujar Ha Ja Rim.

”SuJu? Apa itu SuJu?” aku bertanya lagi.

”Ah, kau ini nggak asyik. Tanya ke yang lain sajalah! Aku ingin lihat pose-pose seksi Siwon!”

Hal itu membuatku sebal jika ada temanku yang mengobrol tentang SuJu itu. Aku ini benar-benar payah jika berurusan dengan boyband. Aku lebih memilih membicarakan pelajaran ketimbang membicarakan boyband yang nggak penting itu.

Ah ya, perkenalkan, namaku Kim Yu Rin. Umurku 18 tahun. Aku adalah anak sulung dari 2 bersaudara. Ayahku pergi ketika umurku 4 tahun dan tidak pernah kembali. Sedangkan ibuku hanya seorang penjahit. Adik perempuanku satu-satunya, Kim Yi Rang masih berumur 16 tahun.

Aku sudah diterima di Universitas Inha jurusan hubungan internasional karena beasiswa. Lumayan, aku tidak perlu susah payah lagi mencari uang, karena di Inha, aku dibebaskan dari biaya apapun. Aku memang bercita-cita, ingin menjadi seorang diplomat. Membeli rumah yang besar untuk ibu dan adikku. Aku ingin membuat ibu dan adikku bahagia. Aku ingin, ibu tidak perlu menjahit sampai tengah malam lagi demi membiayai aku dan adikku.

”Hei!”, teman dekatku, Jun Hye Jeong membuyarkan lamunanku.

”Ah, hei Hye Jeong!”, jawabku masih dalam keadaan kaget.

”Kau ini, kenapa masih di sini? Hmm?”, kata Hye Jeong.

”Memangnya kenapa?”, aku kebingungan.

”Hasil ujian sudah di pasang di papan pengumuman. Kau tidak tahu?”Hye Jeong.

Aku mengangguk perlahan.

”Ya ampun...Tapi sekalipun kau tidak melihatnya, pasti kau tau nilaimu sangat fantastis. Semua mata pelajaran mendapat nilai sempurna!Oh ya, kali ini kamu punya pesaing baru lho!” Hye Jeong

”Pesaing baru?”, aku semakin tidak mengerti saja.

”Iya. Namanya Donghae. Anak yang baru masuk sekolah kita dua minggu lalu itu lho! Dia benar-benar perfect! Pintar dalam pelajaran, pintar menyanyi dan dance! Pokoknya numero ufo deh!” ujar Hye Jeong panjang lebar.

”Numero uno!”, kataku membetulkan.

”Oh! Iya, maksudku tadi ya itu! Hihi!”, kata Hye Jeong membela dirinya.

”Donghae itu yang mana sih? Ah, aku mau melihat di papan dulu! Daaah!”, kataku sambil lalu meninggalkan Hye Jeong.

 

 

Aku berjalan cepat melewati koridor. Yang ada di pikiranku hanya kata ’pesaing’ yang tadi diucapkan oleh Hye Jeong. Apa maksud kata ’pesaing’ itu? Pesaing dalam nilai atau... Eh. Sebentar. Donghae itu laki-laki atau perempuan ya?

Aku sedikit trauma. Tahun lalu aku mempunyai kakak kelas yang bernama Goo Yong Ri. Ketika itu aku disuruh guruku untuk memanggil Goo Yong Ri, kakak kelasku. Seorang murid laki-laki mengaku memiliki nama itu. Jelas, aku tidak percaya jika namanya Goo Yong Ri. Karena Yong Ri adalah nama perempuan. Aku sempat sedikit berdebat dengan dia, karena kukira dia hanya main-main. Namun ternyata dia memang benar bernama Goo Yong Ri. Ketika aku minta maaf ke dia, dia menangis dan memanggil-manggil, ”Eomma! Eomma!”. Oh my god! Jangan sampai terulang lagi.

Aku mendekat ke papan pengumuman. Aku masih di peringkat 1. Nilaiku 100. Nilai di bawahku 98,93,93,93,91.. Mwo? 98? Siapa pemilik nilai 98? Selama ini aku selalu memiliki nilai jauh di atas teman-temanku satu sekolah. Ku-eja perlahan huruf-huruf yang tergabung menjadi sebuah nama itu. L-E-E  D-O-N-G-H-A-E. LEE DONGHAE! Sepertinya aku pernah mendengar nama itu..Oh! Dia yang disebut ‘pesaing’ oleh Hye Jeong tadi. Seperti apa sih orangnya?

Aku jadi sebal! Selama ini nilaiku selalu aman. Jauh dari jangkauan nilai teman-temanku yang lain. Tapi sekarang, ternyata aku memiliki lawan yang tangguh.

Aku pergi dari papan pengumuman, menyusuri koridor yang kulewati tadi. Tiba-tiba, ada seseorang yang menubrukku dari samping. Brukk!!

Badanku terhempas ke lantai. Sakit sekali rasanya. Rasanya seperti patah tulang saja. Aku memegang punggungku yang masih kesakitan. Aku menoleh ke sebelah kiri. Seorang laki-laki jatuh disampingku. Badannya tertelungkup, namun kepalanya menghadap kepadaku. Mata kami bertemu.

Halaman sebelumnya of 2Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (4)

Login or Facebook Sign in with Twitter


undian library_icon_grey.png Tambah

Disarankan

California Sky ( A Greyson Chance Love Story)Spy of LoveLeilaNiall  : My Enemy My True Love