BABY PROPOSAL

spinner.gif

Pernikahan Cakka dan Oik dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2012. Pernikahannya cukup sederhana, awalnya orang tua Cakka mau membuat secara mewah di hotel berbintang. Tapi Cakka dan Oik tidak mau, mereka risih. Alibinya nanti saja, masih ada Mas Elang. Nanti kalau Mas Elang menikah mereka bisa merayakannya secara besar-besaran.

 

Bunda Cakka menyewa event organizer yang cukup handal, walaupun persiapannya mendadak. Setelah mengucapkan janji suci masing-masing. Resepsi pernikahannya dilaksanakan malam hari di taman rumah Cakka yang di sulap menjadi kebun buah. Dengan tema pesta kebun, resepsi itu dilaksanakan cukup sederhana mungkin, baik Cakka maupun Oik tidak mengenakan bridal couple atau pakaian adat, hanya sepasang pakaian pernikahan yang di rancang khusus oleh Bundanya Cakka sendiri.

Lumayan banyak tamu yang datang pada resepsi pernikahannya itu. Tamu dari kerabat orang tuanya Cakka tentunya. Baik Cakka maupun Oik tidak mengundang satupun teman kampus mereka. Bisa berabe urusannya.

Well, kita masuk pada pemotongan kue pengantin,” kata sang MC, “Cakka dan Oik silahkan mengambil tempat di samping kue pengantin,” lanjutnya.

Cakka berdiri mendahului Oik menuju kue pengantin.

“Cakka,” panggil sang MC.

Cakka menoleh kearahnya sambil membuka mulutnya seperti mengucapkan kata “Hah,” tanpa suara.

“Digandeng dong Isterinya,” kata sang MC.

Cakka pun kembali dan menggandeng Oik menuju ke samping kue pengantin. Kue pengantin hanya ada dua tingkat berwarna putih dengan hiasan bunga dan buah dan patung pengantin berada di paling atas kue tersebut.

“Baiklah kita akan melihat pengantin baru ini akan memotong kue pengantin sebagai lambang biduk rumah tangga mereka akan segera dimulai, dan untuk pertama kalinya mereka akan melayani satu dengan yang lainnya, Cakka dan Oik siap?,” tanya sang MC.

Cakka dan Oik mengangguk bersamaan, sedangkan tangan Oik memegang pisau dan di atasnya ada tangan Cakka memegang tangan Oik.

“Kita hitung mundur ya... 3... 2... 1,” sang MC menghitung mundur, setelah hitungan kesatu Cakka dan Oik mulai menggerakan pisaunya memotong kue pengantin itu. Setelah itu, Cakka mengambil piring kecil dan Oik mengambil potongan kue meletakan di atas piring yang di pegang Cakka.

“Nah, sekarang saling melayani, jangan suap-suapan deh, cari yang seru, Cakka ambil garpunya trus tusuk kuenya dan angkat, nanti Cakka sama Oik makan di garpu itu bersama yah,” kata sang MC. Cakka dan Oik melongo menatap sang MC, sang MC hanya tersenyum lalu berkata lagi, “ayo,”

Dengan ragu Cakka mengambil garpu lalu melakukan seperti apa yang diperintahkan sang MC.

“Kita hitung lagi yah, 3... 2... 1 ayo makan,”

Cakka dan Oik menatap kue yang ada di atas garpu tersebut saling pandang memandang. Lalu pandangan mereka sama-sama terpaku pada kue tersebut. Mereka memiringkan kepala mereka ke samping kiri bersama dan mulai memakan kue itu. Hembusan napas Cakka terasa di pipi Oik, begitupun sebaliknya. Sampai kue itu habis dan...

Stop di posisi itu,” kata sang MC.

Cakka dan Oik berhenti, jarak antara bibir Cakka dan Oik hanya setengah sentimeter.

Oik menggigit bibir menatap Cakka dari posisi yang lebih dekat seperti ini. Matanya ternyata ada tiga campuran warna hitam untuk pupilnya kelabu untuk bola matanya dan coklat tua di tepi bola matanya.

Cakka melihat kegugupan Oik di posisi seperti ini. Oik tampak lucu dan imut, matanya bening dan berbinar.

“Nah, sekalian yah dilanjut wedding kiss kata sang MC, nanti jangan dulu dilepas loh kalau MC belum menyuruhnya, okay, kita hitung lagi... 3... 2... 1,”

Cakka menatap mata Oik, dan melihat Oik mulai mengatupkan matanya sebelum menutup jarak setengah senti itu. Kemudian dia mulai merasakan kembali manis coklat dan krim di atas kue tadi. Ini lebih manis dan lembut dari kue pengantin tadi.

If you're a bird, I'm a bird itu kutipan salah satu novel romantis sepanjang masa, dan kita semua berharap pengantin baru kita ini seperti itu se-ia se-kata dan sepenanggungan,” MC melanjutkan cuap-cuapnya membiarkan Cakka dan Oik masih di posisi yang tadi.

Cakka sudah menggerutu dalam hatinya, jangan salahkan dia kalau ciuman yang manis ini tiba-tiba berubah liar gara-gara MC-nya lama sekali! Silahkan gorok dan bunuh sang MC! Merasakan aroma apple Oik dan tekanan lembut manis coklat bercampur krim di bibirnya ini bisa membuatnya gila kalau tanpa melahapnya. Tapi untunglah sang MC berbaik hati menyudahinya.

“Sip, cukup, it's so sweet, aaaaaa,” sang MC gila sendiri.

Cakka dan Oik segera menjauhkan diri dari posisinya tadi. Dan mereka pun kembali ke singgasana mereka.

What a crazy day!

 

***

Comments & Reviews (3)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Cast

Cakka Kawekas Nuragaas Pemeran Utama Pria
Oik Cahya Ramadlanias Pemeran Utama Wanita
Sivia Azizahas Kakak Oik
Ashilla Zahrantiaraas Mantan Cakka
Mario Stevanoas Pengacara
Alyssa Umarias Sekretaris Pengacara
Elang Nuragaas Kakak Cakka

Who's Reading

Recommended