|
||||||||
![]() |
||||||||
|
|
||||||||
|
|
17
93 Puisi Lama Direvisi 5 Puisi Baru Karya Adamssein. Bukalah Hati Untuk Kedamaian Cinta Di Atas Bumi! Hehe!
Oleh Muhammad Adam Hussein Adamssein ~: Lisensi Dokumen :~ Dilarang keras menjiplak, memindahkan secara seenaknya, mengaku-ngaku sebagai karyanya, namun Adamssein memperbolehkan isi tulisan ini digunakan dan disebarkan, asalkan mencantumkan Hak Cipta; ™ Muhammad Adam Hussein Adamssein. 93 Puisi Lama Direvisi 5 Puisi Baru Karya Adamssein Untuk Penggemar. Bukalah Hati Untuk Kedamaian Cinta Di Atas Bumi! Sukabumi Selatan; Minggu; 22 Maret 2009. Atau ™ Muhammad Adam Hussein Adamssein Inspirasi : Karya-karya dari Kahlil Gibran, Imam Ghozali, dan Syekh Muhammad Ibnu Sirin. Salamnya buat Adinda Putri dari Jakarta, Ayu di Tangerang, Tiwi dari Ponorogo, Lisna dari Kalimatan, Intan dari Bandung, Thya dari Sukabumi, Gayo dari Sukabumi, Bintang, Nana dari Jakarta, Gaha dari Bandung, Salsabila dari Cianjur, DeVita, Desi dari Sukabumi. Neng Indri (yang udah nyakitin, makasih sekarang malah jadi inspirasi, heheh), Nura Puspa Nirwana (makasih banyak atas cintanya yang udah ngajarin banyak hal, pesen Qmu yang ku ingat dan ku lakukan sampai sekarang, "bacalah buku pasti Adam temuin sesuatu hal yang belum dan membuatmu semakin dewasa dalam berpikir ataupun tindakan", dan akhirnya jadilah Adam seorang kutu buku, yang mencintai karya seni, dan sering menemukan celah-celah untuk menjadi lebih dewasa. Makasih banged. Pokoke bwt penggemarlah, swory ya ga disebutin satu persatu. Di lain waktu, pasti ada nama kalian kok! Makasih banyak atas kepercayaannya! Ciri Khas Puisi Adamssein : Dari gaya bahasa sungguh sederhana tidak terlalu melambung seperti puisi kebiasaan yang kerapkali menggunakan majas (bahasa kiasan) dalam arti jauh dari dari kenyataan. Sedang Adamssein berprinsip segalanya harus realitis sehingga tidak gombal, tapi penuh dengan kenyataan. Dalam pembuatan puisi Adamssein seringkali menggabungkan dua sisi antara hati (perasaan) dan pikiran. Jika saat menggunakan Perasaan pastinya akan lebih mengharukan dan dalam maknanya, sedangkan jika saat menggunakan Pikiran pastinya akan ada pesan-pesan yang disimpan dalam bait puisi. Saran bagi Pembaca yang ingin membuat Puisi Ala Adamssein : 1. Jangan gombal, yah! Yang realitis aja. 2. Ingat-ingat tentang kenangan masa lalu, sekalipun itu menyedihkan dan terkadang emosi kembali datang. 3. Usahakan membuat puisi dalam keadaan tenang dan santai, agar bahasa puisinya teratur tidak acak-acakkan. Dulu, pernah Adamssein membuat dalam keadaan emosi yang akhirnya bahasanya kacau, dan sering antar kalimat tidak nyambung. 4. Sebelum membuat puisi, bayangkan terlebih dahulu dan resapi bait-bait kata yang diciptakan, agar bisa menyentuh hati. Hehehe. ^.^ 5. Bacalah kemudian temukan kata-kata apa yang masih kaku dalam puisi tersebut. 6. Berlatih, belajar memahami perasaan dan pikiran sendiri maupun orang lian, kemudian terapkanlah dalam sebuah puisi. Semoga saran-sarn ini berguna bagi pembaca. Z Bonus Puisi Baru Z 1. Saat Jiwa Terguncang (Sabtu; 21 Maret 2009. 08:50 Wib) 2. Jangan Ikuti nafsu Birahi (Sabtu; 21 Maret 2009. 09:30 Wib) 3. Terpendamnya Rasa Kecewa (Minggu; 22 Maret 2009. 10:05 Wib) 4. Tipuan Muslihat Cinta (Minggu; 22 Maret 2009. 10:27 Wib) 5. Palsunya Cinta (Minggu; 22 Maret 2009. 10:45 Wib) Z Saat Jiwa Terguncang Z Lemah diikuti berlinang tetes air mata, Renungi kenyataan, Tak dapat kita hindari, Kini harus kita hadapi. Kian lama waktu berganti, Walau jenuh menghantui, Gerak langkah hati, Menuju arah tujuan nan pasti. Saat Jiwa Terguncang, Emosi tak tenang, Resah kian saja meluap, Jiwa tak menentu, Panic harus melangkah seperti apa? Berilah kami kepahaman menghadapi ini semua, Hanya Alloh saja tempat mengadu keluh kesah, Jangan biarkan kita terhanyut dalam kenistaan, Gemerlap hidup sisakan penyesalan dan dosa. Z Jangan Ikuti nafsu Birahi Z Hembusan gelora birahi cinta, Bisikan nikmat dunia, Melayangkan khayalan, Menembus angan di awan. Sadarkah ini jeratan? Menjauhkan dari keimanan. Sadarkah ini tipuan muslihat dari hasrat? Mengotori nurani hati. Desahan suara menggoda, Meluap bagai api panas, Membuat diri terlupa, Dari siksa neraka nan dashyat. Lepaskanlah hasrat birahi, Saat sudah waktunya, Saat sudah menjadi pasangan hidup berkeluarga, Berkembang menurunkan keturunan. Janganlah coba-coba! Kau bersenggema di luar nikah, Tanpa kepastian tanggungjawab pun tak akan ada,
|
|||||||
|
© WP Technology Inc. 2009
User-posted content is subject to its own terms. |