welcome!  login | sign up   Facebook Connect
 
Read what you like. Share what you write.

Posted by

bonosumz

on Mar 21, 2009
Become a fan

biografi Ibrahim

0


Ibrahim (Abraham) dilahirkan tepatnya 2.166 Sebelum Masehi di tanah
Ur-Kasdim yang letaknya sekarang ini disebelah selatan Irak. Nama
aslinya yang diberikan ketika ia dilahirkan adalah Abram = Bapak
Mulia. Disana ia hidup beserta orang tua dan kedua saudaranya maupun
istrinya Sarai. Setelah Haran kakak tuanya meninggal, ia bersama
ayahnya dan Sarai istrinya. Mereka pindah ke Haran daerah timur
selatan Turki. Jarak yang harus mereka tempuh cukup jauh; lebih dari
800 km walaupun dengan Unta sekalipun.

Pada saat ia berusia 76 tahun ia mendengar panggilan Allah untuk
pindah ke Betel - Kanaan. Beberapa tahun kemudian untuk menghindari
wabah kelaparan di Kanaan, mereka hijrah ke Mesir. Disana ia tidak
mengakui Sarai sebagai istrinya melainkan sebagai adiknya, hal inilah
yang mendorong Firaun untuk menjadikan Sarai sebagai selirnya.
Kebohongan ini akhirnya terbongkar juga oleh Firaun dimana akhirnya
Sarai dikembalikan kepadanya dengan syarat ia dan Sarai harus segera
meninggalkan Mesir baca Deportasi.

Ia kembali ke Betel. Disana ia menerima janji dari Allah bahwa dia
akan memiliki seluruh tanah di Efrat dan dapat keturunan. Setelah
perjanjian tersebut ia merubah namanya dari Abram menjadi Abraham =
Bapa Banyak Bangsa, kata Raham itu sendiri diserap bukan dari bahasa
Ibrani melainkan dari bahasa Arab "ruham". Sarai juga merubah namanya
menjadi Sarah.

Sarah yang pada saat itu usianya sudah hampir mencapai 80 tahun,
ketawa ngakak alias tidak percaya bahwa ia masih akan bisa melahirkan.
Maka dari itulah ia menganjurkan agar mengambil budaknya saja Hagar
(Siti Hajar) sebagai penggantinya. Dari Hagar ia mendapatkan seorang
Putera yang diberi nama Ismail.

Tiga belas tahun kemudian, Tuhan menepati janjinya dimana Sarah
akhirnya melahirkan seorang putera yang diberikan nama Isaak yang
dalam bahasa Ibrani berarti "Tertawa". Sebagai tanda ikatan dari
perjanjian antara Allah dan Abraham, dia diwajibkan disunat. Pada saat
disunat usia Abraham sudah mencapai 99 tahun sedangkan usia Ismail 13
tahun.

Untuk menghindari persaingan warisan dimana Ismail sebagai anak
pertama, Sarah menuntut agar Abraham mengusir Hagar dan Ismail ke
padang pasir, dengan harapan disana mereka akan mati kehausan.
Walaupun demikian akhirnya atas petunjuk Malaikat mereka menemukan
mata air yang berada dibawah kakinya Ismail, tempat tersebut diberi
nama Zam-zam

Tuhan ingin menguji imannya Abraham dimana Tuhan menuntut agar Ishak
dibunuh untuk dijadikan korban persembahan. Abraham menunjukkan
kesetiaannya kepada Tuhan, sehingga akhirnya Tuhan memerintahan agar
bukan Ishak yang dijadikan korban melainkan domba jantan yang
kebenaran berada ditempat itu. Sebagai imbalan akan kepatuhannya ini;
ia diberikan janji lain dimana ia akan mendapatkan keturunan sangat
banyak, seperti juga bintang di langit dan pasir di tepi laut. Tempat
pengorbanan ini letaknya di gunung Moria, sekarang Yerusalem. Di
tempat itu pula Bait Suci Salomon dibangun.

Sarah meninggal dalam usia 126 tahun, setelah Sarah meninggal Abraham
mengambil istri baru, Keturah. Dari dia ia mendapatkan enam putera.
Sarah, Abraham maupun Ishak dikuburkan di makam keluarga mereka di
Hebron, tempat dimana sekarang ini di dirikan Mesjid Ibrahim. Abraham
meninggal dunia dalam usia 175 tahun, konon ini adalah angka mistik.
Tuhan menciptakan dunia 7 hari, sedangkan ada 5 rukun Islam jadi
wajarlah apabila ia meninggal dalam usia 7 x 5 x 5 = 175 tahun.
Sedangkan Ishak maupun Ismail tidak setua seperti Abraham, Ishak
meninggal dalam usia 76 tahun dan Ismail dalam usia 89 tahun. Mogah2an
saja mang Ucup juga bisa mencapai usia seperti Abraham 175 tahun,
maklum ingin kawin lagi.

Abraham seperti juga Musa adalah manusia yang mampu berkomunikasi dua
arah secara langsung dengan Allah bahkan bisa bargaining - tawar
menawar dengan Sang Pencipta.

Perlu diketahui bahwa yang tercantum diatas adalah versi dari Agama
Yahudi dan Nasrani. Sedangkan berdasarkan versi umat Muslim yang akan
dijadikan kurban persembahan bukanlah Ishak melainkan Ismail,
disamping itu lokasinya pun beda bukannya di Yerusalem (Bukit Moria)
melainkan di Mekkah, tempat dimana adanya Ka'bah sekarang ini.

Hari dimana Ismail akan dipersembahan sebagai kurban, diperingati
terus menerus sampai sekarang sebagai hari raya Idul Adha dan
merupakan puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan oleh umat Muslim.
Rukun Islam yang kelima, ibadah Haji itu juga sebenarnya untuk
mengingatkan akan perjalanan Ibrahim dan Ismail ke tempat pengorbanan
/ 2 Next Page

Comments & Reviews ^top


Login to post your comment.
Be the first to comment on this!


Recommended


Ibrahim Khalil, Misionaris Pendeta Koptik yang Bersyahadat

BIOGRAFI EMHA AINUN NADJIB

Biografi Ringkas Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah

Salahudin Al Ayyubi

Abu Hanifah

biografi personil UNGU BAND

BioGraFi NetrAL