Halaman sebelumnya of 3Halaman selanjutnya

IBuku , Isteriku

spinner.gif

Ibuku Isteriku

2 tahun yang lalu, ayah dan ibu menyekolahkanku di LN pada salah satu perguruan tinggi terkenal , rencananya setelah itu , saya akan mengambil alih perusahaan yang selama ini ayah kembangkan, karena ayah sakit2an akibat kecelakaan dan telah berobat kemana , malah penyakitnya makin parah, selisih umur ayah dan Ibu kira2 5 tahun , Ibu kawin mudah pada umur 20 tahun, kini umurku 21 tahun dan Ibuku kira2 41 tahun
Setahun yang lalu , sewaktu saya kuiah di LN , tiba2 ada panggilan untuk kembali ke Indonesia karena ayah sakit keras alias koma tidak sadarkan diri lagi sampai meninggal, Ibuku sangat bersedih sepeninggal ayah, walaupun Ayah telah mempersiapkan segalanya termasuk rumah yang terbilang mewah, Mobil  serta  tabungan  yang berlimpah ruah, yang dapat menghidupi kami berdua seumur hidup.
Sampai seminggu sepeninggal ayah, ibu tidak mau makan, dan tidak lagi merawat tubuhnya yang terbilang cantik dan seksi , terkadang tidak tertidur semalaman, meratap dan menagis terus menerus.., dan selama itu saya tidur seranjang dengan Ibu, menjaga menemani ngobrol dan menghiburnya, dan akhirnya saya ketahuai bahwa kesedihan ibu sebenarnya sudah mulai berkurang..hanya saja khawatir hidup sendiri apabila kelak saya kembali kuliah ke LN, "Kalau ibu takut hidup sendirian di Jakarta, ntar anak yang nemani Ibu !", Jangan Ar..pesan Ayahmu .., kamu harus menyelesaikan kuliahmu" sela Ibu, "Kalau begitu , Ibu ikut aja dan sekalian Nungguin Ar sampai selesai kuliah" kataku singkat, "Tapi Ar , siapa yang ngurusin perusahaan" kata Ibu mulai berdiskusi,  "Biarkan aja berjalan seperti biasanya, Cuma saja GMnya perlu ditambah mandate khusus dari Ibu Direktur dan Ibu control aja lewat teleconference" kataku dan Ibu tersenyum pertama kali sepeninggal Ayah, "Nah gitu donk Ibu !!, Mulai sekarang harus jaga kesehatan, besok kita mengurus keberangkatan ke LN" dan Ibu hanya menganguk setuju
Sejak itu Ibu tidak lagi pernah menangis , malah kami berdua lebih banyak ngobrolnya sambil baring dan akhirnya tertidur, namun setiap tengah malam Ibu terbangun kaget dan cara satu-satunya untuk membuat Ibu tertidur kembali yaitu memeluknya dan membelai rambutnya dan terkadang mengecup dikeningnya.
Malam sebelum keberangkatan kami, ngobrol sampai tengah malam , " Ar , sepertinya Ibu terlambat haid sudah 2 Minggu dan 2 bulan terakhir , Ayahmu menyuruhnya melepaskan kontra sepsi yang Ibu Pakai selama ini", mungkin pemikiran ini yang menyebabkan Ibu gelisah ketakutan, " Biarin aja Bu !!, kalau memamng terlambat berati Ar bekal punya adik donk Ma !" kataku menghibur", "tetapi , apa kata orang Nanti, Ayahmu sudah tidak ada tetapi ibu melahirkan" sela Ibu ragu-ragu, " yaaa Ibu !!.., Ibu bisa gila kalau mendengar kata orang sedunia, yang jelas kalau memang ada berarti itu kan anak ayah juga" kataku sambil kuraih Tubuh Ibuku makin dekat , kupeluk lebih erat dengan maksud menguragi kegelisahannya ...dan..dan.. entah keberanian apa..Kukecup Bibir Ibu yang tipis...dan ...dan...lagi ...rupanya Ibu tidak menghindar malahan juga membalasnya..  Lamaaa... lama sekali rasanya, mulut kami bersatu saling mengisap , lidah saling melilit.., napas mama mulai sesak dan tidak teratur, dan tanganku mulai melanglang buana keseantero tubuh Mama dan rumanya Mama tidak berupayah untuk mencegahnya, saya tidak kesulitan mencapai buah dada mama yang juga mulai kenyal dan tangan mama juga tidak tinggal diam, memulai mencakar punggungku dengan kukunya yang tajam.
Kalau sampai kemarin malam, Ibu kupeluk dan kudekap karena ingin menghibur Ibu yang lagi bersedih, tetapi kali ini agaknya lain, rasanya Nikmat sekali , nikmat birahi bercinta dengan dengan seorang wanita hangat yang cantik dan seksi walaupun wanita itu adalah Ibu Kandungku. Kutindih tubuh Ibu yang mungil dan Kuregangkan selangkangnya dengan kedua lututku sehingga Yuniorku yang telah mengeras persis berhadapan dan bertumpu dengan Vagina Ibu, Walaupun yuniorku dan vaginanya dipisahkan oleh gaum tidur Ibu dan CDku, tetapi pasti Ibuku merasakan tonjolan Yuniorku..., Ibu mulai mengoyang goyangkan pinggulnya, mengikuti tekanan yuniorku dari luar gaum tidurnya. Perlahan-lahan kusingkap gaum tidurnya yang tipis dan sekali lagi Mama tidak merupayah mencegahnya, malahan pada waktu yang sama mama juga melucuti CDku, dan sakin keburunya , CDku dilucuti dengan ujung jari kakinya, dan sekarang Yuniorku serta Vagina Mama bebas tanpa halangan...
Suatu perasaan yang sangat aneh namun

Halaman sebelumnya of 3Halaman selanjutnya

Komentar dan Ulasan (3)

Login or Facebook Sign in with Twitter


library_icon_grey.png Tambah share_icon_grey.png Berbagi

Media

IBuku , Isteriku

Siapa yang Membaca

Disarankan