Something Impossible(Jack and Finn Harries FF)

spinner.gif

Qimora PoV

Hari ini dad pulang! i'm so excited for this.  

Aku meminta Jack untuk menemaniku ke airport tentunya untuk menjemput dad.

-airport-

Kami berdua berdiri di pintu kedatangan. aku melirik arloji ku..

"seharusnya sudah sampai dari 30 menit laluu" desahku. Jack mengelus pundakku.

"semuanya akan baik-baik saja, jadwal nya selalu tidak menentu bukan?" hibur Jack. Dengan senyumnya itu.

aku mengangguk "semoga saja.."

"Qimo?" aku mendengar suara dad dari arah belakang punggungku. aku berbalik. Dad!!

aku memeluknya lama sekali. oh i miss u so bad!

Dad melepaskan pelukanku lalu menyentuh pipiku dengan kedua tangannya "how r you sweetheart?" tanyanya.

"awesome!" balasku. Dad melarikan pandangannya kearah Jack. Jack tersenyum manis. manis sekali.

"Hello uncle" sapanya.

"Hai! Jack? right?" tanya dad. Jack mengangguk.

"selama dad pergi apa ada yang spesial dari kalian? dad ketinggalan ya Qim?" tanya dad menggoda. pipi ku memerah.

"uhmm..no..just friend" jawabku. Dad tertawa.

"aku tak yakin" godannya lagi. Jack ikut tertawa bersamaku.

"change topic please?" ucapku. Dad tersenyum.

"kita pulang sekarang okay?" pintannya.

Jack PoV

Malam ini aku akan mengajak Qim untuk Dinner. hahaha honestly, i'm not a romantic and sweet boy btw. but, untuk malam ini saja.

Aku memarkirkan ranger rover hitam pekat itu di halaman rumah Qim. sambil merapikan sedikit dasi yang ku kenakan, aku memencet bel rumahnya.

Qim membuka pintu. Angel. She's look like Angel seriously! Dia memakai dress berwarna cream dengan pita hitam di tengah pingangnya. rambutnya di gerai indah. i can't breathe.

aku memegang tangannya "beautiful angel" ucapku. Qim tertawa "don't lied.." tawanya semakin keras "aku seperti badut pesta.." ucapnya. masi dengan tawa nya itu.

"hahaha no, you look like angel" godaku. aku tau pipinya memerah. blush for me.

"apa setiap laki-laki selalu ditakdirkan bermulut manis?" tanyanya bercanda.

"tidak juga, contohnya saja Finney" balas Jack sambil tertawa.

"bad brothaa" ucap Qim memukul pundakku.

"hahaha justkidd! let's go" ucapku menarik tangannya menuju ke mobil.

"where we go?" tanya Qim memecahkan kesunyian.

"italian restaurant" balasku.

"kau baca berapa banyak novel hari ini?" tanya Qim. aku tertawa.

"setidaknya aku baca 3 sampai 5 bukuu" balasku

"yang berjudul apa?" tanya Qim sambil tertawa (again)

"kau tak perlu tau, aku hanya baca bab yang romantic saja" ucapku jujur. Qimora semakin tertawa terbahak-bahak-.-

"i like a special for u" lirih Qim. aku bisa dengar itu.

aku tersenyun lebar. "that's right!"

"seriously? dont lie, i just ur friend right?" ucapnya lagi. aku tersenyum kecut

"more than friend! we should stop talking about it" ucapku. Qim langsung diam dan menunduk.

"sorry" lirihnya.

*arrvd*

Qim PoV

sesampai di restoran perutku terasa penuh. tidak ada selera untuk makan.

Aku digandeng Jack kedalam restaurant. he's hand is cold.

Jack menyuruhku duduk. restorannya tidak terlalu ramai. Jack not Famous people. so, we don't need empty the restaurant. as other stories:p

"pesan apa? you like italian food?" tanyanya. sambil membuka daftar menu.

"of course, but i'm not hungry" lirihku. Jack menatapku lama.

"kau sudah makan?" tanyanya. terdengar kecewa.

aku menggeleng "yet, not at all"

dia menatap ku lagi. "u okay?"

"yeaah" balasku.

Jack menjauh dariku. dia bersandar di kursi. merenggangkan ototnya.

"berarti kencan hari ini batal, ayo pulang" ajak Jack menarik tanganku. Kencan? ini Kencan? akhhh stupid Qimora!! I should not say like that!

Jack terlihat kesal. Aku menunduk. sudah 10 menit kami diatas mobil. aku ingin menangis rasanya.

"sorry jack" ucapku. air mata itu turun juga akhirnya. "i'm so sorry" ucapku bergetar. Jack diam saja, dia terus mengemudi.

10minuteslater

Jack memarkirkan mobilnya di samping sbuah kedai di pinggir jalan. dia menyuruhku keluar.

Aku dan Jack berjalan sedikit kearah kedai yang khusus menjual Fish&Chips itu.

"i know you hungry" ucap Jack dingin. aku duduk disampingnya. dia memasan 2 cup.

aku memakannya. aku dan Jack masih terus diam. malam ini bristol cukup dingin.langit juga tidak mendukung.

tiba-tiba petir mengelegar dari sudut sana. suaranya besar sekali. beberapa detik kemudian hujan turun deras sekali. Jack menarik tanganku untuk kembali ke mobil. aku tidak akan bisa berlari dengan memakai hig heels. akh hell!

"wait Jack, aku tidak bisa lari jika memakai ini" ucapku. Jack berhenti. berjalan sedikit kedepan ku. lalu berjongkok. "cepat naik.." ucapnya. aku agak ragu. tapi sudahlah.

aku digendong di punggung Jack. aku memeluk lehernya. aku takut jatuh. hujannya deras sekali.

akhirnya kami sampai di mobil. selamat!!

"kau tidak apaapa?" tanyaku

"well, kau cukup berat" balasnya. aku tertawa.

"aku tidak menyuruhmu untuk mengendongku Harries.." ucapku menahan tawa.

"jika aku tidak mengendongmu bagaimana nasipmu?berlari di tengah hujan dengan hig heels itu kejadian bodoh yg pernah adaa..hahaha" aku mendengar tawanya, ini yang aku mau. tawa nya. hanya tawa nya. tawa nya membuat ku senang untuk waktu yang lama, mendengar itu di telingaku nyaman rasanya.

"ya..ya whatever Harries..!"

Comments & Reviews

Login or Facebook Sign in with Twitter
library_icon_grey.png Add share_icon_grey.png Share

Who's Reading

Recommended